6 Gempa-Tsunami Hantam Wilayah RI Saat Mudik Lebaran, Waspada!

Redaksi,  CNBC Indonesia
10 March 2026 18:30
Foto udara menujukan kendaraan roda empat antre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, (28/3/2025). Kepadatan Pelabuhan Merak berangsur terurai pada H-3 Lebaran. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Foto udara menujukan kendaraan roda empat antre menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, (28/3/2025). Kepadatan Pelabuhan Merak berangsur terurai pada H-3 Lebaran. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan memasuki periode Mudik Lebaran 2026, menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Tiket-tiket beragam armada transportasi untuk mudik mulai penuh dan mengalami kenaikan harga.

Mudik Lebaran tentu saja menjadi momentum penting setiap tahunnya, karena keluarga bisa kembali berkumpul setelah setahun ada anggota yang merantau ke kota besar. 

Demi keselamatan, para pemudik harus terus memantau kondisi cuaca saat melakukan perjalanan. Terlebih, BMKG memperingatkan ada wilayah Indonesia yang masih terus diguyur hujan lebat dalam sepekan ke depan hingga 16 Maret 2026.

Bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan lebih lanjut. Salah satunya adalah kondisi spesifik wilayah, seperti geografi, geologi, serta risiko bencana gempa dan tsunami. 

Pasalnya, wilayah Indonesia merupakan kawasan rawan gempa. Menurut Pusgen (2024), terdapat 14 segmen sumber gempa subduksi/megathrust dan 402 segmen sumber gempa sesar aktif. Sebagaimana diketahui, gempa dan tsunami merupakan proses alam yang hingga saat ini kejadiannya belum dapat diprediksi sehingga dapat terjadi kapan saja.

BMKG mencatat, setidaknya ada 13 kejadian gempa dan tsunami merusak yang pernah terjadi selama periode perayaan Hari Raya dan liburan. Ada 6 di antaranya yang terjadi dalam periode Idulfitri. Berikut catatannya: 

  1. Tsunami Ambon 1674 (Imlek)
  2. Gempa Semarang-Jepara 1821 (Natal)
  3. Tsunami Banda Naira 1852 (Natal)
  4. Tsunami Larantuka 1982 (Natal)
  5. Tsunami Biak 1996 (Idulfitri)
  6. Tsunami Aceh 2004 (Natal)
  7. Gempa Bora Sulteng 2005 (Iduladha)
  8. Gempa Pariaman 2009 (Idulfitri)
  9. Gempa Palu Sulteng 2012 (Idulfitri)
  10. Tsunami Selat Sunda 2018 (Natal)
  11. Gempa Nias 2021 (Idulfitri)
  12. Gempa Kep. Mentawai 2023 (Idulfitri)
  13. Gempa Ransiki 2024 (Idulfitri).

Catatan sejarah ini mengingatkan kembali pentingnya mitigasi awal dengan selalu memperhatikan kondisi cuaca dengan mengecek informasi dari BMKG secara berkala. Semoga informasi ini membantu!

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Megathrust Bisa 'Meledak' Kapan Saja, Jawa-Sumatra Kena Warning


Most Popular
Features