Negara Arab Lumpuh, Mobile Banking dan Taksi Online Mati Total
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang dimulai Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan serangan brutal ke Iran pada Sabtu (28/2) berimbas ke mana-mana. Beberapa negara di Timur Tengah (Timteng) yang menjadi basis pangkalan militer AS kini jadi korban serangan balas dendam Iran.
Pada Senin (2/3) Amazon Web Services yang merupakan perusahaan penyedia layanan komputasi awan (cloud) mengumumkan dua pusat data (data center) miliknya di UAE, serta sebuah fasilitas di Bahrain, rusak gara-gara serangan drona. Fasilitas tersebut langsung mati total.
Hal ini berdampak ke aktivitas digital masyarakat di wilayah tersebut. Aplikasi-aplikasi konsumen seperti platform pengiriman dan taksi Careem, layanan pembayaran Alaan dan Hubpay, dilaporkan lumpuh total karena masalah pada infrastruktur AWS.
Penyedia perbankan, termasuk ADBC dan Emirates NBD, bersamaan dengan penyedia software bisnis seperti Snowflake, juga melaporkan gangguan layanan.
Sebagai informasi serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta beberapa pejabat tinggi Iran lainnya. Merespons hal tersebut, Iran bersumpah akan membalas dendam dengan kekuatan penuh.
Basis militer dan infrastruktur kritis, termasuk data center dan fasilitas produksi minyak dan gas di beberapa wilayah Timteng, dilaporkan menjadi target serangan, dikutip dari CNBC International, Rabu (4/3/2026).
"Kami akan terus berupaya melakukan pemulihan di berbagai bidang kerja," kata AWS.
"Kami merekomendasikan para pelanggan dengan workload yang berjalan di Timteng untuk mengambil langkah mitigasi memindahkan worload ke wilayah-wilayah alternatif AWS lainnya," perusahaan menambahkan.
AWS juga mengonfirmasi bahwa aplikasi web dan mobile layanan pembayaran Alaan mati gara-gara lumpuhnya fasilitas kritis AWS di Timteng.
"Akibat gangguan IT yang meluas di Timteng, aplikasi mobile banking ADBC dan layanan Pusat Aduan kami untuk sementara tak tersedia," tulis ADBC dalam unggahan di X. Emirates NBD juga mengungkapkan hal serupa pada Senin (2/3). Namun, layanan Emirates NBD kemudian berjalan normal kembali pada Selasa (3/3).
"Isu konektivitas di wilayah Timteng akan terus berlanjut hingga isu utama diselesaikan," tulis Snowflake dalam sebuah laporan insiden pada Senin (2/3).
Aplikasi investasi Sarwa mengatakan layanannya mengalami gangguan karena isu pada AWS. Perusahaan mengumumkan layanan kembali normal pada Selasa (3/3). Hubpay mengatakan pelanggan kemungkinan mengalami masalah untuk log ini gara-gara gangguan pada Senin (2/3).
Layanan Careem mengumumkan kembali beroperasi, kata CEO Mudassir Sheikha di LinkedIn pada Selasa (3/3).
Kekacauan di Timteng
Serangan drone terjadi pada Minggu (1/3), dengan "benda-benda" menghantam salah satu data center AWS, menciptakan "percikan api dan kebakaran," kata perusahaan itu pada hari tersebut.
"Di UEA, dua fasilitas kami terkena serangan langsung, sementara di Bahrain, serangan drone di dekat salah satu fasilitas kami menyebabkan dampak fisik pada infrastruktur kami," kata AWS pada Senin (2/3).
"Serangan ini telah menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pengiriman daya ke infrastruktur kami, dan dalam beberapa kasus memerlukan kegiatan pemadaman kebakaran yang mengakibatkan kerusakan air tambahan," AWS menambahkan.
Saat operator lokal telah bergegas untuk memulihkan layanan di UEA, riak pasar dirasakan di seluruh dunia.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengirimkan gelombang kejut ke seluruh pasar energi global. Saham AS dibuka jauh lebih rendah pada Selasa (3/3) pagi, sementara saham Eropa dan pasar Asia juga jatuh. Harga minyak terus naik seiring meningkatnya prospek guncangan pasokan energi.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]