Jerapah Berdiri 'Stoic' di Tengah Badai Viral, Ternyata Ini Alasannya

dem,  CNBC Indonesia
26 February 2026 20:40
Jerapah-jerapah bertahan menghadapi badai hebat di Cagar Alam Maasai Mara, Kenya. (Tangkapan Layar Video X/@KenyanSays)
Foto: Jerapah-jerapah bertahan menghadapi badai hebat di Cagar Alam Maasai Mara, Kenya. (Tangkapan Layar Video X/@KenyanSays)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah video perjuangan jerapah di tengah badai viral di media sosial. Video tersebut menyita perhatian karena sebagian besar netizen baru menyadari bahwa ukuran tubuh yang besar membuat jerapah tak bisa berlindung atau berteduh di dalam cuaca buruk.

Dalam video yang diambil di Massai Mera di Kenya, tampak beberapa jerapah dalam cuaca yang buruk. Di tengah badai, jerapah yang tingginya bisa mencapai 5,5 meter hanya bisa berdiri tegak bertahan dari hempasan angin kencang dan hujan deras. Mereka tidak bisa berteduh di bawah pohon atau berlindung di balik bebatuan.

Seorang ahli dari Kebun Binatang Taronga di Sydney yang dikutip oleh news.com.au menjelaskan bahwa jerapah juga tidak bisa membuat tubuhnya lebih kecil dengan mengambil posisi duduk atau tiduran saat badai.

"Berdiri adalah posisi paling selamat bagi jerapah. Karena bentuk tubuhnya yang unik dan besar, posisi duduk membuat mereka rentan karena jerapah butuh waktu cukup lama untuk berdiri," kata Renae Moss dari Kebun Binatang Taronga.

Dalam posisi berdiri, jerapah juga dalam posisi terbaik untuk mengamati kondisi di sekitarnya.

"Duduk di tengah hujan jauh lebih berisiko, karena suara hujan bisa menutupi suara predator yang mendekat. Selain itu, tanah yang basah dan berlumpur sangat licin," katanya.

Jerapah juga bisa bertahan dengan baik di cuaca yang dingin karena mereka memiliki sistem internal untuk mengatur suhu tubuh. Jaringan pembuluh darah jerapah yang berada di bawah bercak gelap berfungsi untuk melepas dan mempertahankan panas. Kulit jerapah di bagian lehernya juga jauh lebih tebal dan berfungsi sebagai insulasi di tengah cuaca dingin.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ilmuwan UGM Umumkan Sapi Jenis Baru, Begini Tingkah Lakunya


Most Popular
Features