Tes Darah Ini Prediksi Umur Manusia Panjang atau Pendek

dem,  CNBC Indonesia
26 February 2026 14:10
Photo: Issei Kato/Reuters/Newscom
Foto: Photo: Issei Kato/Reuters/Newscom

Jakarta, CNBC Indonesia - Molekul RNA yang ditemukan di sekitar aliran darah manusia ternyata bisa mengungkapkan kondisi kesehatan pada masa depan. Bahkan, tes darah yang mengukur RNA tersebut bisa meramal orang berumur panjang atau tidak.

Sebuah penelitian tentang PIWI-interacting RNA (piRNA) menunjukkan potensi molekul tersebut dalam memproyeksikan kesehatan manusia, termasuk dalam mendesain perawatan kesehatan. Molekuk piRNA adalah salah satu dari berbagai jenis RNA yang tidak berperan dalam penentuan genetika manusia lewat DNA.

"Kita tidak tahu banyak soal piRNA di dalam darah, tetapi kami mengamati bahwa makin sedikit jumlah piRNA tertentu, makin baik. Saat molekul ini ada dalam jumlah banyak, ini adalah sinyal tubuh tidak dalam kondisi baik. Memahami penyebabnya bisa membuka kemungkinan terapi untuk memastikan proses penuaan yang lebih sehat," kata Virginia Byers Kraus dari Duke University School of Medicine, salah satu peneliti yang dikutip oleh IFL Science.

Kraus melakukan penelitian soal piRNA bersama Sisi Ma dari University of Minnesota. Mereka melakukan riset menggunakan 1.200 sampel darah dari orang berusia 71 tahun dan lebih tua.

Para peneliti kemudian menggunakan model prediktif dan sebab akibat untuk menganalisis 187 indikator kesehatan dan 828 molekul RNA kecil, dengan fokus utama piRNA. Sebanyak 6 piRNA ditemukan yang bisa memprediksi usia lebih panjang 2 tahun dengan tingkat akurasi 86 persen. Artinya, orang dengan tingkat piRNA tertentu lebih sedikit berusia lebih panjang.

"Kami kaget karena sinyal yang sangat berarti ini muncul dari tes darah sederhana," kata Kraus.

Jumlah piRNA juga menjadi acuan prediksi yang lebih akurat untuk menentukan "umur dalam jangka pendek" dibanding indikator kesehatan lain seperti usia, tingkat kolesterol, dan aktivitas olah raga.

"RNA kecil ini seperti manajer mikro di dalam tubuh, membantu mengendalikan proses yang berdampak ke kesehatan dan penuaan," kata Kraus.

Kesimpulannya, tes darah sederhana untuk mendeteksi piRNA ini bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi manula dengan risiko kematian lebih tinggi dalam waktu dekat. Informasi ini bisa digunakan untuk melakukan intervensi medis secepatnya.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Alasan Perempuan Lebih Panjang Umur daripada Pria Diungkap Peneliti


Most Popular
Features