Makhluk Lebih Panjang dari Gerbong KRL Muncul di Galian Proyek China
Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan melaporkan penemuan dinosaurus sauropoda raksasa bernama Tongnanlong zhimingi yang diperkirakan memiliki panjang hingga 92 kaki atau sekitar 28 meter. Spesies ini hidup pada periode Jura Akhir dan ditemukan di wilayah barat daya China.
Fosil Tongnanlong ditemukan di Distrik Tongnan, Chongqing, yang termasuk dalam kawasan Cekungan Sichuan. Lapisan batuan tempat fosil itu berasal diperkirakan berusia sekitar 147 juta tahun.
Spesimen yang menjadi dasar penamaan (holotipe) terdiri atas tiga tulang belakang bagian punggung, enam tulang belakang ekor, gelang bahu, serta bagian tungkai belakang.
Mengutip Earth, tulang-tulang tersebut pertama kali ditemukan di lokasi proyek konstruksi sebelum akhirnya diteliti secara terperinci oleh para ahli.
Analisis menunjukkan bahwa Tongnanlong termasuk dalam keluarga Mamenchisauridae, kelompok dinosaurus berleher sangat panjang. Struktur tulangnya memiliki rongga udara internal yang membantu meringankan bobot tubuh sekaligus memperkuat kerangka.
Perkiraan ukuran tubuh dilakukan dengan membandingkan tulang yang ditemukan, terutama skapula dan fibula, dengan kerabat dekat yang memiliki kerangka lebih lengkap. Hasilnya menunjukkan panjang tubuh antara 75 hingga 92 kaki (28 meter). Sebagai perbandingan, panjang gerbong KRL di Indonesia adalah sekitar 20 meter.
"Spesimen baru ini memperkaya keanekaragaman Mamenchisauridae dan memberikan informasi tambahan untuk memahami evolusi dan keragaman dinosaurus eusauropoda," tulis Xuefang Wei dari Chengdu Center of China Geological Survey.
Selama ini, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa Asia Timur pada periode Jura terisolasi dari benua lain. Namun, temuan kerabat dekat mamenchisaurid di Afrika, seperti Wamweracaudia keranjei, menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki sebaran global.
"Mamenchisauridae tersebar secara global pada Jura Akhir dan bukan fauna endemik yang sebelumnya dianggap terbatas di Asia Timur," tulis Wei.
Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa dinosaurus berleher panjang raksasa menyebar lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Fosil Tongnanlong berasal dari Formasi Suining, yang tersusun atas batu lumpur dan batu pasir merah keunguan. Struktur sedimen menunjukkan lingkungan tepi danau dengan iklim relatif kering.
Lingkungan tersebut kemungkinan menyediakan vegetasi melimpah di sekitar sumber air, sekaligus memungkinkan proses penguburan cepat saat banjir terjadi.
Temuan ini menunjukkan bahwa mamenchisaurid berukuran sangat besar hidup berdampingan dengan kerabat berleher panjang yang lebih kecil.
Penemuan ini juga mendukung narasi biogeografi yang lebih luas dengan menyelaraskan bentuk Asia Timur dengan kerabatnya yang jauh di barat, sehingga melemahkan narasi isolasi sederhana.
Penelitian mendatang akan menguji apakah ukuran Tongnanlong mencerminkan kondisi lokal, perubahan iklim yang lebih luas, atau tren evolusi pada tingkat garis keturunan. Temuan tulang tambahan dari tengkorak dan leher akan memperjelas gambaran.
(dem/dem) Add
source on Google