Terungkap Taktik Licik Perusahaan Bayar Gaji Karyawan Murah

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 14:40 WIB
Foto: REUTERS/Florence Lo

Jakarta, CNBC Indonesia - Cara Tesla untuk membayar gaji karyawan lebih murah terbongkar. Hal ini terungkap dalam sebuah gugatan kepada produsen mobil listrik itu di Amerika Serikat (AS).

Tesla disebut memilih memperkerjakan pekerja asing dan melakukan diskriminasi pada warga negara AS. Cara ini diambil agar perusahaan bisa membayar upah lebih rendah pada pekerja asing dari negara-negara berkembang.


Scott Taub yang memimpin gugatan itu mengatakan Tesla tidak merekrut karyawan asal AS untuk pekerjaan teknis. Alasannya terkait preferensi sistem dan lebih memilih memperkerjakan pemegang visa asing.

Dilaporkan bahwa Tesla mencari orang di posisi tersebut namun hanya untuk pemegang visa H1B. Sebagai informasi, visa H1B diberikan pada pekerja asing berpendidikan tinggi dan diandalkan industri teknologi.

Selain itu dia mengungkapkan HK yang terjadi di Tesla dilakukan secara tidak proporsional. Pemangkasan jumlah pegawai disebut menargetkan pekerja berwarga negara AS, dikutip dari Reuters, Rabu (25/2/2026).

Gugatan juga mengatakan Tesla bergantung pada pemegang visa H1-B. Ini terjadi termasuk pada 2024, saat perusahaan memperkerjakan sekitar 1.355 pemegang visa namun memecat lebih dari 6.000 pekerja dalam negeri yang sebagian besar warga negara AS.

Hakim Distrik AS, Vince Chhabria di San Fransisco mengatakan gugatan tersebut memberikan cukup banyak fakta terkait masalah perekrutan Tesla. Namun dia tetap memberikan catatan Taub hanya memberikan sedikit bukti soal diskriminasi.

Tesla dan pengacara penggugat tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Namun pihak Tesla telah membantah tuduhan dalam gugatan dalam berkas pengadilan.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Musk Prediksi Robotaxi Akan Tersebar Luas di AS Pada Akhir 2026