Diancam Menteri Perang Amerika, Raja AI Tak Gentar
Jakarta, CNBC Indonesia - Anthropic tak gentar meskipun diancam putus kontrak oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) itu bersikukuh membatasi penggunaan teknologi buatannya untuk tujuan militer.
CEO Anthropic Dario Amodei baru bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegsheth di Pentagon. Pertemuan tersebut bertujuan mencari titik temu soal konflik antara Pentagon dan Anthropic yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.
Permasalahannya adalah Anthropic menolak permintaan Pentagon untuk mengangkat "pagar pengaman" yang diterapkan di teknologi AI mereka.
Pagar pengaman atau safeguard yang diterapkan Anthropic dibuat untuk mencegah teknologi AI mereka digunakan untuk dua hal. Pertama, AI buatan Anthropic tidak bisa digunakan untuk memberikan target kepada senjata secara otomatis tanpa intervensi perintah manusia. Kedua, teknologi tersebut tak bisa digunakan untuk memata-matai di dalam negeri AS.
Pejabat Pentagon meminta agar safeguard tersebut diangkat. Argumen mereka, pemerintah AS hanya perlu tunduk kepada hukum bukan kebijakna perusahaan.
Dalam pertemuan dengan Amodei, Hegseth yang juga memiliki gelar "Menteri Perang" memberikan ultimatum kepada Anthropic. Jika perintah pemerintah AS tidak dituruti, Pentagon akan mengambil tindakan drastis.
Beberapa ancaman yang dilontarkan Anthropic memberikan label risiko rantai-pasok kepada Anthropic dan penerapan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk memaksa perubahan kebijakan Anthropic.
Pemerintah Persiden Donald Trump memberikan Anthropic tenggat waktu hingga Jumat pukul 5 sore.
Pentagon saat ini tengah merundingkan kontrak AI dengan beberapa perusahaan penyedia LLM, termasuk Alphabet, xAI, dan OpenAI. Langkah ini adalah awal dari penggunaan AI di medan perang, termasuk dalam pengerahan drone otonom, robot, dan serangan siber.
Sampai saat ini, Anthropic adalah satu-satunya penyedia LLM di jaringan rahasia Pentagon. Pekan ini, Pentagon mengumumkan kesepakatan dengan xAI milik Elon Musk untuk menggunakan AI buatan mereka di jaringan rahasia.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]