Peringatan Terbaru Buat Pengguna HP Android, Cepat Hapus Aplikasi Ini!

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 11:40 WIB
Foto: Infografis/1 Miliaran HP Android Terancam Malware, Ini Cara Menangkalnya/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Malware Android baru ditemukan bernama "Massiv" disebut tengah menyebar luas dengan modus penyamaran sebagai aplikasi streaming jenis IPTV (Internet Protocol Television).

IPTV merupakan layanan yang menayangkan siaran langsung televisi atau TV on-demand langsung di internet. Ada banyak layanan IPTV yang beredar, sehingga pengguna perlu berhati-hati mengaksesnya.

Temuan ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber ThreatFabric yang menemukan skala serangan cukup besar, terutama menyasar pengguna di Eropa.


Dalam laporannya, ThreatFabric menjelaskan bahwa aplikasi IPTV palsu tampak tidak berbahaya saat diunduh. Namun setelah terinstal di perangkat, aplikasi diam-diam membaca input layar untuk mencuri kata sandi serta informasi perbankan korban.

Malware ini dikategorikan sangat berbahaya karena memanfaatkan teknik overlay layar dan keylogging guna memperoleh data sensitif. Lebih jauh lagi, Massiv disebut mampu melewati sistem perlindungan bawaan aplikasi perbankan yang biasanya dirancang untuk mencegah pengambilan tangkapan layar atau perekaman konten sensitif.

Tidak hanya itu, peneliti menemukan bahwa malware dapat memberikan akses kendali jarak jauh kepada pelaku terhadap perangkat yang terinfeksi, demikian dikutip dari PCWorld, Selasa (24/2/2026).

Dalam beberapa kasus, identitas korban juga dicuri dan digunakan untuk membuka rekening keuangan baru. Rekening tersebut diduga dimanfaatkan untuk praktik pencucian uang.

ThreatFabric juga menyoroti tren peningkatan penggunaan aplikasi IPTV sebagai kedok distribusi malware dalam delapan bulan terakhir. Layanan IPTV sendiri tersedia dalam bentuk legal maupun ilegal. Versi legal dapat ditemukan di toko aplikasi resmi seperti Google Play Store, sedangkan versi ilegal biasanya beredar melalui situs pihak ketiga dan berisiko melanggar hak cipta.

Khusus pada kasus Massiv, aplikasi yang ditawarkan ternyata tidak berfungsi untuk layanan streaming apa pun. Untuk mengelabui korban agar aplikasi tetap aktif, pelaku bahkan membuat salinan situs IPTV asli sebagai distraksi, sehingga malware dapat diunduh secara diam-diam di latar belakang.

Sejauh ini, sebagian besar korban berasal dari Eropa dengan pengguna di Portugal menjadi target utama. Meski demikian, potensi penyebaran ke wilayah lain tetap terbuka.

Sebagai langkah pencegahan, pengguna disarankan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store, mengaktifkan fitur Google Play Protect, tidak memberikan izin yang tidak relevan pada aplikasi baru, serta memasang aplikasi antivirus untuk perlindungan tambahan.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal