Perang Berebut Chip Makin Panas, Begini Cara Biar Dapat Duluan

dem,  CNBC Indonesia
18 February 2026 17:50
Meta CEO Mark Zuckerberg wears the Meta Ray-Ban Display glasses, as he delivers a speech presenting the new line of smart glasses, during the Meta Connect event at the company's headquarters in Menlo Park, California, U.S., September 17, 2025. REUTERS/Carlos Barria
Foto: REUTERS/Carlos Barria

Jakarta, CNBC Indonesia - Meta, perusahaan pemilik WhatsApp, Instagram, dan Facebook, mengumumkan komitmen untuk membeli jutaan keping chip buatan Nvidia untuk pembangunan data center AI.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan bahwa kemitraan dengan Nvidia adalah bagian dari ambisi Meta untuk menyediakan "kecerdasan super pribadi untuk semua orang di dunia."

Komitmen Meta termasuk untuk pembelian CPU buatan Nvidia, Grace dan sistem generasi berikutnya yaitu sistem Vera Rubin.

"Kesepakatan ini pasti menembus miliaran dolar AS. Kami menduga sebagian besar capex Meta akan digunakan untuk Nvidia," kata analis Ben Bajarin dari Creative Strategies.

Pada Januari, Meta mengumumkan rencana untuk mengucurkan US$ 135 miliar (Rp 2.280 triliun) untuk pengembangan AI pada 2026.

Pengumuman Zuckerberg adalah langkah baru dalam kerja sama antara Meta dan Nvidia yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Alasannya, Meta menyertakan CPU "standalone" dalam kesepakatan dengan Nvidia. Sebelumnya, Meta hanya menggunakan GPU buatan Nvidia di data center mereka.

Meta bakal menjadi perusahaan pertama yang menggunakan CPU Grace buatan Nvidia sebagai CPU standalone di data center mereka. CPU standalone berarti chip yang bisa beroperasi sendiri dibandingkan dengan CPU yang sudah terintegrasi dengan chip lainnya dalam bentuk SoC atau System on Chip.

Meta berencana membangun 30 data center yang 26 di antaranya berbasis di Amerika Serikat. Dua proyek data center AI Meta adalah Prometheus berkapasitas 1 GW dan Hyperion berkapasitas 5 GW.

Selain membeli dari Nvidia, Meta juga mengembangkan prosesor sendiri dan membeli chip dari AMD. Langkah ini diambil sebagai antisipasi atas keterbatasan persediaan chip buatan Nvidia yang diperebutkan oleh perusahaan di seluruh dunia.

Pengguna butuh waktu berbulan-bulan untuk mengakses GPU paling mahal buatan Nvidia, Blackwell. Lewat kesepakatan dengan Nvidia, Meta diberikan akses untuk mendapatkan suplai prioritas.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Center Raksasa Seukuran 70 Lapangan Bola Mau Dibangun di Sini


Most Popular
Features