Data PNS Dijamin Gak Bocor, Bos BKN Ungkap Strateginya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan sejumlah strategi untuk mencegah kebocoran data aparatur sipil negara (ASN) di tengah percepatan digitalisasi layanan kepegawaian. Penguatan sistem keamanan dilakukan mulai dari akses masuk platform hingga kolaborasi dengan lembaga keamanan siber nasional.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, perlindungan data ASN dilakukan melalui sistem single sign-on pada platform ASN Digital yang menggunakan Nomor Induk Pegawai (NIP) sebagai identitas utama akses.
"Kalau layanan itu, sepanjang kita punya yang namanya single sign-on. Satu pintu masuk. ASN Digital, kalau NIP-nya benar, kan datanya sudah ada di BKN dia bisa masuk ke sistem. Tapi kalau NIP-nya salah, dia nggak bisa masuk," ujar Zudan dalam Profit, CNBC Indonesia dikutip Rabu (18/2/2026).
Selain identitas NIP, BKN menerapkan two-factor authentication untuk memastikan hanya pemilik akun yang dapat mengakses data. Saat ini, lapisan keamanan tambahan tersebut menggunakan kode one-time password (OTP) yang dikirim langsung ke pengguna.
Dengan penggunaan dua faktor autentikasi membuat akses data lebih aman dibanding hanya mengandalkan satu identitas.
"Kami menggunakan otentikasi berupa OTP yang dipegang yang bersangkutan. Tapi bila dua otentikasi ini diberikan ke orang, ya jebol lah datanya dia. Kita belum menggunakan face recognition atau dengan fingerprint. Belum. Masih menggunakan OTP. Dan sampai sekarang, masih aman," ujarnya.
Untuk memperkuat keamanan sistem, BKN juga bekerja sama dengan Badan Siber Sandi Negara (BSSN). Lembaga tersebut membantu dalam enkripsi data, penguatan sistem keamanan siber, serta memberikan notifikasi jika terdapat upaya peretasan atau intersepsi terhadap sistem BKN.
"Kalau ada yang upaya-upaya intercept, yang mau meng-hack, itu BSSN memberikan notifikasi pada kami. Jadi saya senang kolaborasi dengan BSSN, ini banyak terbantu," tegasnya.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]