Tersesat Gegara Ikut GPS, Mobil Van Nyemplung di Lumpur Mematikan

Thea Arbar, CNBC Indonesia
Selasa, 17/02/2026 18:45 WIB
Foto: Sebuah mobil pengiriman Amazon harus dievakuasi setelah pengemudinya mengikuti rute GPS ke daerah berlumpur yang "sangat berbahaya". (X/@YourSouthend)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah mobil van pengiriman milik Amazon terjebak di dataran lumpur berbahaya di Inggris setelah pengemudinya mengikuti petunjuk GPS. Insiden tersebut terjadi di jalur setapak The Broomway, kawasan yang dikenal ekstrem dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor.

Menurut unggahan Facebook HM Coastguard Southend, pihaknya menerima laporan pada Minggu (15/2/2026) pagi waktu setempat terkait kejadian yang berlangsung pada malam sebelumnya.

Dilaporkan van tersebut diketahui melaju ke The Broomway, jalur sepanjang sekitar 9,6 kilometer yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki dan sangat bergantung pada kondisi pasang surut.


"Pengemudi mengikuti rute GPS untuk mencoba mencapai Pulau Foulness," tulis HM Coastguard Southend dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN International, Selasa (17/2/2026).

HM Coastguard juga mengatakan bahwa pengemudi berhasil keluar dari van dalam kondisi selamat dan telah melaporkan insiden tersebut kepada Amazon. Perusahaan kemudian berkoordinasi dengan petani setempat untuk mengevakuasi kendaraan.

"Prioritas utama HM Coastguard adalah keselamatan penumpang dan potensi pencemaran. Setelah dipastikan pengemudi aman dan kendaraan akan dipindahkan, petugas kami dihentikan tugasnya," ujar HM Coastguard.

Sementara itu, juru bicara Amazon mengatakan bahwa pengemudi dalam kondisi selamat dan kendaraan telah berhasil dievakuasi. "Kami sedang menyelidiki insiden ini," ujarnya.

Pulau tujuan tersebut, Pulau Foulness, merupakan kawasan terbatas yang dimiliki Kementerian Pertahanan Inggris dan dikelola oleh perusahaan pertahanan QinetiQ. Akses resmi ke pulau hanya dapat dilakukan melalui jalur darat dengan pengamanan ketat, bukan melalui Broomway.

HM Coastguard menegaskan jalur tersebut sangat berbahaya. "Rute Broomway bukan untuk kendaraan dan hanya boleh dilalui dengan berjalan kaki bersama pemandu yang memahami kondisi dataran lumpur. Ini adalah area yang sangat berbahaya dan berada di properti MOD," tulis mereka.

Panduan resmi di situs QinetiQ juga menyebutkan bahwa Broomway "memerlukan kehati-hatian dan pengetahuan khusus agar dapat dilalui dengan aman," serta menegaskan bahwa penggunaan kendaraan bermotor di jalur tersebut adalah tindakan ilegal.

QinetiQ menambahkan, evakuasi kendaraan yang terjebak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan.

Sebelumnya, situs Thames Estuary Man, yang dikelola warga lokal, menyebut Broomway kerap dijuluki sebagai salah satu jalur paling mematikan di Inggris. Jalur tersebut memiliki lumpur sangat lunak, potensi amunisi yang belum meledak, serta air pasang yang dapat datang dengan cepat dan dari arah yang tak terduga.

sangat berbahaya". (X/@YourSouthend)" title="Sebuah mobil pengiriman Amazon harus dievakuasi setelah pengemudinya mengikuti rute GPS ke daerah berlumpur yang "sangat berbahaya"." />Foto: Sebuah mobil pengiriman Amazon harus dievakuasi setelah pengemudinya mengikuti rute GPS ke daerah berlumpur yang "sangat berbahaya". (X/@YourSouthend)
Sebuah mobil pengiriman Amazon harus dievakuasi setelah pengemudinya mengikuti rute GPS ke daerah berlumpur yang "sangat berbahaya". (X/@YourSouthend)


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 119 Tahun di Indonesia, Ericsson Perkuat Layanan 5G Tanah Air


Related Articles