Pohon Endemik Asal Bali Terancam Punah, Ini Biang Keroknya

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Sabtu, 14/02/2026 17:00 WIB
Foto: Palem nyabah (Pinanga arinasae). (Dok BRIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Palem Endemik asal Bali, yakni palem nyabah (Pinanga arinasae) terancam punah. Habitatnya terbatas di dataran tinggi, seperti Bedugul dan Jatiluwih sehingga tanaman ini penting untuk dilestarikan.

"Daun tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat Hindu di Bali. Selain berfungsi sebagai tanaman hias, daunnya yang masih muda dapat di konsumsi, dan buahnya sebagai pengganti pinang," terang Peneliti Pusat Riset Botani Terapan (PRBT), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Priyadi, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Sebagai upaya konservasi, para periset Kelompok Riset Genetika Tumbuhan, Pusat Riset Botani Terapan (PRBT), menggunakan genome sequencing atau pengurutan genom demi menjaga kelestarian palem nyabah. Arief memaparkan bahwa genome sequencing (pengurutan genom) adalah proses pembacaan seluruh informasi genetik atau asam deoksiribonukleat (ADN/DNA) yang terkandung dalam organisme.


"Bagi palem nyabah, metode ini bukan sekadar riset akademis, melainkan upaya mendesak untuk memahami fondasi biologisnya yang belum pernah dilakukan sebelumnya pada tanaman ini," imbuhnya.

Metode pengurutan genom dilakukan dengan mengambil sampel daun segar pada tanaman. Hal ini diperlukan mendapatkan sekuen yang kemudian dianotasi (diberi keterangan) dan disimpan di repositori GenBank, National Center for Biotechnology Information (NCBI) sehingga bisa diakses oleh publik internasional.

Dengan demikian semua pihak yang memerlukannya bisa mengakses dan mengunduh sekuen tersebut dalam format standar, seperti fasta, genbank, dan rangkumannya. Pengguna dapat melakukan analisis ulang ataupun membandingkan dengan data serupa yang dimilikinya.

Penerapan pengurutan genom merupakan langkah nyata dan memiliki manfaat dalam identifikasi keragaman hayati. Selain itu, juga optimalisasi metode konservasi, dan menjadi basis data ilmiah terstruktur sebagai cetak biru dalam bank data digital abadi.

"Jika populasi di alam liar terancam kepunahan, cetak biru genetiknya tetap tersimpan sebagai referensi ilmiah untuk potensi reintroduksi di masa depan", tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ni Putu Sri Asih, Periset Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE). Ia menerangkan bahwa genom kloroplas Pinanga arinasae telah berhasil dikarakterisasi dan dibandingkan dalam subfamili Arecoideae.

Lebih lanjut Asih mengatakan bahwa temuan ini membantu menjembatani kesenjangan pengetahuan dalam filogenetika palem. Penanda molekuler yang dihasilkan dapat menjadi alat yang hemat biaya untuk menilai keanekaragaman genetik serta mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.

"Dengan pembacaan seluruh informasi genetik atau ADN/DNA pelem nyabah, diharapankan dapat bermanfaat untuk studi dan pemanfaatan lebih lanjut untuk kelestarian tanaman ini," tutupnya.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 119 Tahun di Indonesia, Ericsson Perkuat Layanan 5G Tanah Air