5 Photos
Penampakan Cap Tangan Manusia Berusia 67.800 Tahun Ditemukan di RI
Peneliti RI mengungkap temuan baru pertanggalan gambar cadas tertua di dunia termasuk cap tangan manusia berusia 67.800 tahun. Begini penampakannya.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ungkap temuan baru pertanggalan gambar cadas tertua di dunia. Temuan yang berlokasi di Sulawesi bagian tenggara dan dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menjadi tonggak penting bagi riset arkeologi Indonesia. Ini juga sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kajian prasejarah global. (Tangkapan Layar BRIN)
Gambar cadas tertua di dunia berupa cap tangan manusia yang berusia setidaknya 67.800 tahun ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature berjudul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi”. Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Octavian salah satu situs penting di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yakni Leang Metanduno, memperlihatkan bahwa seni cadas tidak hanya berupa stensil cap tangan, tetapi juga menggambarkan hubungan manusia dengan hewan, alam, dan aktivitas sosial. (Dok BRIN)
Penelitian kolaboratif antara BRIN dengan Griffith University dan Southern Cross University (Australia) mengungkap seni cadas berupa cap tangan manusia berusia setidaknya 67.800 tahun di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Publikasi berjudul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi” tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat terpenting dalam sejarah awal seni simbolik dan penjelajahan laut manusia modern. (Dok BRIN)
Publikasi jurnal Nature berjudul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi” tidak hanya mengungkap usia seni cadas tertua di dunia, tetapi juga membuka pemahaman baru mengenai jalur migrasi manusia modern di kawasan Asia–Pasifik. Hal tersebut disampaikan Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Octavian. (Dok BRIN)
Dikutip website BRIN.go.id, Indonesia berada di titik strategis yang menjadi koridor utama pergerakan manusia sejak puluhan ribu tahun lalu. “Kenapa kita banyak meneliti di wilayah Nusantara? Karena di sini ada dua model besar migrasi manusia modern awal yang masuk ke Asia Tenggara dan Australia,” ujar Adhi. Ia menjelaskan, terdapat dua jalur utama migrasi early modern human yang melintasi Indonesia. Jalur pertama adalah rute utara, yang bergerak dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sebelum menuju Australia. Jalur kedua adalah rute selatan, yang juga digunakan pada periode tertentu dalam sejarah manusia. (Dok BRIN)
Ahli arkeologi dan geokimia dari Griffith University dan Southern Cross University, Prof. Maxime Aubert saat menyampaikan pertanggalan gambar cadas tertua dalam acara konferensi pers di Gedung BJ Habibie Jakarta, Kamis (22/1) beberapa hari lalu. Dalam paparannya, Prof. Maxime menjelaskan secara rinci bagaimana ilmuwan memastikan umur lukisan prasejarah tersebut. Untuk mengetahuinya, dia memakai teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA–U-series) pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua. Menurut Prof. Maxime, prinsip penanggalan seni cadas sebenarnya sederhana, namun sangat presisi. Prosesnya berawal dari air hujan yang meresap ke dalam batu kapur gua. (BRIN)