Luhut Mau Pakai AI, Bursa Saham Beres, Tarif Pajak Bisa Turun
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Pandjaitan yakin aplikasi teknologi kecerdasan buatan atau AI bisa mempercepat reformasi di sektor keuangan, termasuk di bursa saham dan perpajakan.
Dalam acara peluncuran website Dewan Ekonomi Nasional, Luhut mengungkapkan usul penggunaan AI telah langsung ia sampaikan ke Presiden Prabowo Subianto. Rencana tersebut juga telah diungkap ke perwakilan Morgan Stanley.
""Saya bilang sama dia [perwakilan Morgan Stanley], kita mau reform. Kita ada usul ke Presiden supaya capital market ini di-reform. Manusianya dicari yang muda, yang sekalian cari yang muda, yang paham uang, dan digunakan AI," kata Luhut, Jumat (13/2/2026).
Teknologi AI juga bisa digunakan untuk membantu pemerintah meningkatkan pendapatan, antara lain lewat reformasi sistem perpajakan. Jika jumlah pembayar pajak makin banyak dan sesuai dengan ketentuan, menurut Luhut, tarif pajak bisa diturunkan secara bertahap.
"Karena orang yang membayar Rp 5 miliar rupiah, dia turunkan di bawah Rp 5 miliar sehingga tidak qualified untuk membayar pajak UMKM. Itu akan terjadi. Jika itu [pakai teknologi AI] terjadi, jumlahnya akan lebih luas, penerimaan akan lebih luas. Pajak itu bisa kita turunkan nantinya secara bertahan," katanya.
Luhut menjelaskan dampak utama penerapan teknologi, termasuk AI, adalah memastikan interaksi antara manusia berkurang hingga menurunkan potensi penyimpangan.
"Digunakan AI, berbasis AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan. Tapi dia juga bilang, sebenarnya bukan hanya di Indonesia saja yang nakal seperti ini, di mana-mana juga ada, India misalnya."
(dem/dem)