Peringatan Buat Pengguna HP Android, Hapus Aplikasi Ini Sekarang!
Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi yang menyamar sebagai solusi keamanan, TrustBastion diketahui menyimpan malware. Pengguna yang menggunakannya berisiko terkena kampanye malware.
Perusahaan keamanan Bitdefender mengumumkan penemuan malware tersebut. Korban akan melihat iklan atau pop-up yang menyatakan smartphone mereka terinfeksi dan meminta untuk menginstal aplikasi tersebut untuk mengatasi ancaman keamanan.
Aplikasi itu disebut seperti tidak berbahaya, namun adalah jenis dropper. Setelah diinstal, aplikasi akan meminta pembaruan pada platform yang mirip seperti aslinya seperti Google Play.
Namun ternyata pembaruan adalah mengunduh file APK bermasalah. Pengunduhan juga tidak terjadi server, melainkan dengan Hugging Face yang tidak masuk dalam mencurigakan bagi solusi keamanan.
Setelah semua proses dilalui, malware akan eminta izin seperti mengaktifkan fitur aksesibilitas Android. Jadi akan dapat membaca konten layar, mencatat input, dan melapisi aplikasi lainnya.
Jadi malware akan dapat melihat entri PIN atau pola kunci serta membuat antarmuka login palsu di aplikasi asli. Akses yang dikantongi pelaku ini dapat mencegat data untuk sejumlah layanan seperti pembayaran hingga pesan instan, dikutip dari PC World, Selasa (10/2/2026).
Parahnya, malware yang ditemukan ini bisa menghindari deteksi keamanan. Setidaknya terdapat malware versi baru setiap 15 menit dan lebih dari 6.000 varian baru yang berbeda selama sebulan.
Untuk menghindari serangan malware, yang paling penting adalah hanya menginstal aplikasi dari toko aplikasi resmi Google Play Store. Jangan menginstal dan mengizinkan aplikasi dari sumber eksternal.
Anda tetap harus waspada meskipun mengunduh aplikasi dan file dari platform yang terkenal. Tidak ada jaminan file yang ada aman serta bersih dari malware.
Selain itu, pengguna juga perlu waspada pada aplikasi terkait keamanan atau perlindungan, namun butuh izin sistem yang terlalu ekstensif.
Terakhir, aktifkan layanan Google Play Protect. Cara ini dilakukan untuk menambahkan keamanan pada ancaman yang datang ke dalam ponsel.
(fab/fab)