Alamat Internet Ini Laku Dijual Rp 1 Triliun

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
10 February 2026 10:45
A Google Chrome browser is seen with the Bing search engine URL in the search bar in this photo illustration in Warsaw, Poland on 09 February, 2023. Google on Monday announced the development of its own OpenAI ChatGPT competitor called Bard after Microsoft last week announced the indroduction of AI assisted search for its Bing search engine. (Photo by Jaap Arriens/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pendiri dan CEO Crypto.com, Kris Marszalek baru saja membeli domain ai.com dengan harga fantastis. Dia merogoh kocek hingga US$70 juta atau Rp 1,17 triliun pada April 2025.

Coindesk mencatat jumlah pembelian Marszalek mencapai lebih dari dua kali lipat harga rekor sebelumnya untuk pembelian alamat web.

Laporan FT mengutip perantara transaksi yakni Larry Fischer dari GetYourDomain.com menyebutkan transaksi pembelian dilakukan dengan mata uang kripto. Pembelian ini juga menandai masuknya ke dunia AI yang sudah ramai dengan sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Alphabet, Amazon, Meta hingga Microsoft.

"Kita berada pada pergeseran fundamental evolusi AI saat dengan cepat bergerak melampaui obrolan dasar menuju agen AI yang melakukan berbagai hal untuk manusia," jelas Marszalek, dikutip Selasa (10/2/2026).

"Visi kami merupakan jaringan terdesentralisasi, terdiri dari miliaran agen yang meningkatkan diri sendiri dan sejumlah peningkatan satu sama lain," dia menambahkan.

Ai.com melakukan debutnya pada iklan Super Bow LX akhir pekan lalu berdurasi 30 detik. Kabarnya ini membuat lonjakan trafik pada situs tersebut hingga mengalami gangguan beberapa jam.

Marszalek juga buka suara dengan debut domainnya tersebut. Dia menyebut iklan itu memiliki trafik luar biasa.

Tingkat volume yang tinggi ini disebutnya juga belum pernah terjadi sebelumnya. Hal tersebut terjadi meski tim nya telah mempersiapkan diri dalam skala besar.

Ai.com merupakan platform konsumen dengan agen AI otonom, yang berbeda dengan chatbot tradisional. Platform tersebut memiliki agen yang didesain untuk beroperasi atas nama pengguna untuk menjalankan tugas seperti perdagangan saham, mengelola kalender dan mengotomatiskan alur kerja.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: AI Jadi Tren Layanan Kesehatan, Seberapa Siap Rumah Sakit?


Most Popular
Features