HP China Tak Terkenal Mendadak Laku Keras, iPhone-Samsung Waspada

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 06/02/2026 18:00 WIB
Foto: Honor magic6 pro. (hihonor.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung dan Apple masih menjadi dua 'raja' smartphone terbesar di dunia, dilihat dari pangsa pasar (market share). Sepanjang 2025, data dari Omdia menunjukkan Apple dan Samsung sama-sama memegang 19% market share pengapalan HP secara global, dengan pertumbuhan masing-masing 7% secara tahunan (YoY).

Angka tersebut sejatinya berbeda dengan yang dikeluarkan firma riset Counterpoint beberapa saat lalu. Menurut data Counterpoint, Apple berhasil menjadi 'raja' HP nomor satu di dunia di 2025 dengan market share 20% dan pertumbuhan 10% YoY.


Hal ini didorong penjualan seri iPhone 17 yang melampaui ekspektasi pasar, disokong inovasi besar-besaran pada sektor desain dan kamera. Sementara itu, Counterpoint mencatat Samsung tergeser ke posisi ke-2, meski masih mencatat pertumbuhan stabil 5% YoY dan pangsa pasar 19%.

Terlepas dari selisih data dua firma riset tersebut, Omdia menunjukkan ada merek HP China yang agaknya bakal masuk ke peta persaingan yang signifikan di pasar global. Merek itu bukan Huawei, Oppo, Xiaomi yang namanya sudah besar, melainkan Honor yang reputasinya terhitung belum sepopuler beberapa merek China lain.

Raja HP China Baru

Data Omdia menunjukkan Honor masuk dalam daftar 'Top 10' HP dengan market share global terbesar. Meski pangsa pasarnya masih kecil, cuma 6%, tetapi Honor mencatat pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025, yakni 11% YoY.

Pertumbuhan tersebut melampaui Apple dan Samsung, serta beberapa merek kawakan asal China lainnya. Xiaomi yang bertengger di posisi ke-3 dengan pangsa pasar 13%, membukukan pertumbuhan minus 2% YoY.

Selanjutnya vivo, Transsion (Infinix, Itel, Tecno), dan Oppo, sama-sama meraup market share 8%. Bedanya, vivo mencatat pertumbuhan positif 4% YoY, lalu Oppo mencatat pertumbuhan negatif 3% YoY, dan Transsion paling parah dengan pertumbuhan negatif 8% YoY.

Pangsa pasar Honor bahkan melampaui Huawei yang 'hanya' mampu meraup pangsa pasar 4% dengan pertumbuhan positif 2% YoY. Lalu Lenovo meraup pangsa pasar 5% dengan pertumbuhan positif 6% YoY. Terakhir ada Realme yang cuma bisa meraup market share 3% dengan pertumbuhan anjlok 13% YoY.

2026 Tahun yang Berat Buat Pasar HP

Para analis di Omdia meyakini 2026 bukan tahun yang mudah bagi industri HP. Tekanan paling besar datang dari krisis rantai pasok untuk komponen DRAM, NAND, dan semikonduktor lainnya. Kelangkaan yang sudah terasa efeknya sejak akhir 2025 diprediksi akan berlanjut di 2026 dan mendorong kenaikan harga jual perangkat elektronik.

Terpisah, Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia mengatakan kenaikan harga jugal produk elektronik telah terlihat sejak awal tahun ini. Segmen harga smartphone murah dikatakan akan paling terdampak dari tren ini, karena margin vendor masih relatif tipis di segmen tersebut dan sulit menyerap kenaikan biaya.

"Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen ini," jelasnya kepada CNBC Indonesia beberapa saat lalu.

Penyesuaian mungkin bisa dilakukan pada segmen menengah dan atas. Namun, sebagian biaya masih bisa diteruskan ke harga jual, dengan opsi penyesuaian spesifikasi untuk membuat harga lebih terkendali.

Konsumen juga diperkirakan akan langsung merasakan dampak kenaikan saat penyesuaian harga dilakukan. Jadi pembeli perlu menyiapkan anggara lebih untuk mendapatkan perangkat yang diinginkan.

Vanessa mengatakan kondisi ini kemungkinan akan mulai mereda pada semester II mendatang. Namun dengan harga yang tetap tinggi hingga awal 2027.

Sementara itu, sejumlah vendor juga telah mengatakan akan menaikkan harga perangkat. Salah satunya vivo Indonesia yang mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan sejumlah faktor.

"Betul, beberapa product vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk pengelolaan biaya komponen," kata PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara kepada CNBC Indonesia.

Kebijakan tidak diterapkan menyeluruh, dan dilakukan berbeda-beda untuk setiap segmennya. Alexa mengatakan setiap seri memiliki spesifikasi, struktur biaya dan segmentasi pasar berbeda.

Asus juga melakukan hal serupa di Indonesia mulai kuartal I-2026. Alasannya karena adanya dinamika rantai pasok komponen global, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk.

"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, penyesuaian harga dilakukan merata di seluruh kategori segmen laptop ASUS. Jadi dampaknya bakal dirasakan secara menyeluruh.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Robot Anjing Otonom Diterjunkan ke Gunung Etna