Fisik Pria dan Wanita Mentok di Usia Sama Lalu Makin Lemah

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 06/02/2026 20:30 WIB
Foto: Gadis-gadis yang mengenakan kaus kaki hangat dan pakaian musim dingin berlapis-lapis mengikuti latihan kekuatan selama sesi pelatihan di aula senam di Kiev, Ukraina, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Alina Smutko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian yang sudah berlangsung nyaris 50 tahun menunjukkan bahwa kondisi fisik manusia memuncak pada usia sekitar 35 tahun. Setelah itu, kondisi fisik manusia terus merosot meskipun aktif berolahraga.

Peneliti menggunakan data dari studi Aktivitas Fisik dan Fitnes Swedia (SPAF) yang mencatat kondisi ratusan orang di Swedia sejak mereka berusia 16 tahun pada 1974. SPAF mengumpulkan data kekuatan dan fitnes dalam 5 interval selama 5 dekade yait pada usia 16, 27, 34, 52, dan 63 tahun

Laporan penelitian menggambarkan bahwa ketahanan otot dan kapasitas aerobik manusia, baik pria maupun wanita, mencapai puncaknya di usia antara 26 tahun dan 36 tahun. Artinya, jenis kelamin tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan.


Setelah melewati kisaran usia tersebut, kondisi fisik mulai merosot. Awalnya turun 0,3 persen, lalu ke 0,6 persen, kemudian 2,5 persen setiap tahun.

Satu-satunya perbedaan yang jelas ada pada kekuatan otot. Pria memuncak di usia 27 tahun, sedangkan wanita mencapai titik tertinggi pada usia 19 tahun. Penurunan kekuatan otot kedua jenis kelamin merosot sama cepatnya yaitu 0,2 persen hingga 0,5 persen per tahun. Pada usia 63 tahun, kekuatan otot telah menyusut pada kisaran 30 persen hingga 48 persen.

Meskipun penurunan kemampuan fisik tidak bisa dicegah, kecepatan penurunan bisa ditahan lewat olahraga.

"Individu yang aktif secara fisik sebagai hobi pada usia 16 tahun mampu mempertahankan kapasitas aerobik, daya tahan otot, dan kekuatan otot yang lebih tinggi sepanjang periode pengamatan," katanya. 

Oleh karena itu, dorongan beraktivitas fisik untuk remaja dan pada masa awal dewasa (young adult) sangat penting.

Pada usia yang lebih tua, aktivitas fisik juga berdampak dalam menahan penurunan kemampuan fisik. Mereka yang baru aktif pada usia dewasa masih bisa memiliki kemampuan fisik 10 persen lebih baik.

"Tak pernah terlambat untuk mulai aktif berolahraga. Studi kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik bisa mengurangi laju penurunan performa, meskipun tak bisa menghentikannya," kata Maria Westerståhl dari Department of Laboratory Medicine at the Karolinska Institute.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Robot Anjing Otonom Diterjunkan ke Gunung Etna