Makan Daging Panjang Umur, Hidup Lebih Panjang dari Vegetarian

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
05 February 2026 07:35
A chef serves a gold leaf-coated steak to a Vietnam War veteran, tapping in on a wave of publicity after a government minister was caught on camera being fed the dish at a London restaurant, at a Dolce By Wyndham Hanoi Golden Lake hotel, in Hanoi, Vietnam December 4, 2021. Picture taken December 4, 2021. REUTERS/Minh Nguyen
Foto: REUTERS/STAFF

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluang manusia untuk hidup hingga usia 100 tahun ternyata dipengaruhi oleh pola makan, khususnya pada usia lanjut. Studi terbaru mengungkapkan bahwa lansia yang mengonsumsi daging memiliki peluang lebih tinggi untuk mencapai usia panjang dibanding mereka yang sama sekali tidak makan daging.

Temuan ini berdasarkan data Chinese Longitudinal Healthy Longevity Survey, penelitian nasional yang melibatkan lebih dari 5.000 warga China berusia 80 tahun ke atas sejak 1998.

Hingga 2018, hasil pemantauan menunjukkan bahwa kelompok yang tidak makan daging tercatat lebih jarang menjadi centenarian. Namun, peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak lantas bertentangan dengan bukti ilmiah sebelumnya yang menunjukkan manfaat diet berbasis nabati bagi kesehatan.

Para ahli menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi pada usia lanjut sangat berbeda dibanding usia produktif. Pada lansia, penurunan massa otot, kepadatan tulang, dan nafsu makan meningkatkan risiko malnutrisi dan kerapuhan, sehingga asupan protein dan nutrisi esensial menjadi krusial, demikian dikutip dari ScienceAlert, Rabu (4/2/2026).

Menariknya, hubungan antara diet tanpa daging dan peluang hidup hingga 100 tahun hanya ditemukan pada lansia dengan berat badan kurang. Pada peserta dengan berat badan normal, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara pemakan daging dan non-pemakan daging.

Selain itu, penurunan peluang hidup hingga usia 100 tahun tidak terjadi pada lansia yang tetap mengkonsumsi ikan, telur, atau produk susu. Kelompok ini memiliki peluang hidup setara dengan pemakan daging karena tetap mendapatkan protein berkualitas tinggi, vitamin B12, kalsium, dan vitamin D.

Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi makanan hewani dalam jumlah moderat dapat membantu mencegah kekurangan gizi dan kehilangan massa otot pada usia sangat lanjut. Mereka juga menegaskan bahwa diet berbasis nabati tetap aman dan sehat, asalkan direncanakan dengan baik sesuai kebutuhan usia.

Para ahli menilai tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua usia. Kebutuhan nutrisi berubah seiring bertambahnya umur, sehingga pola diet yang efektif pada usia muda mungkin perlu disesuaikan ketika memasuki usia lanjut.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Komet Raksasa Mendekat ke Bumi, Catat Tanggalnya


Most Popular
Features