Bulan Ditabrak Asteroid 5 Tahun Lagi, Manusia Akan Berasa Begini

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
04 February 2026 08:55
Pada hari ke-19 misi Artemis I (4/12/2022), sebuah kamera yang dipasang di pesawat ruang angkasa Orion menangkap Bulan tepat dalam bingkai saat Orion bersiap untuk terbang lintas kembali pada 5 Desember, ketika melewati kira-kira 79 mil di atas permukaan bulan. (Dok. NASA)
Foto: Pada hari ke-19 misi Artemis I (4/12/2022), sebuah kamera yang dipasang di pesawat ruang angkasa Orion menangkap Bulan tepat dalam bingkai saat Orion bersiap untuk terbang lintas kembali pada 5 Desember, ketika melewati kira-kira 79 mil di atas permukaan bulan. (Dok. NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi terbaru mengungkap asteroid 2024 YR4 memiliki peluang menabrak Bulan pada 22 Desember 2032, dengan potensi dampak yang dapat terlihat langsung dari Bumi, mulai dari kilatan cahaya terang hingga hujan meteor.

Asteroid yang ditemukan pada Desember 2024 itu sempat memicu kekhawatiran setelah ilmuwan menghitung peluang 3,1% benda tersebut menabrak Bumi.

Namun dengan observasi lanjutan, termasuk menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, menyatakan ancaman terhadap Bumi telah dikesampingkan.

Sebaliknya, data terbaru justru menunjukkan kemungkinan asteroid berdiameter sekitar 60 meter itu menghantam Bulan, dengan probabilitas mencapai 4,3%.

Jika tumbukan terjadi, para peneliti memperkirakan akan terbentuk kawah selebar sekitar 1 kilometer di permukaan Bulan. Peristiwa ini disebut berpotensi menjadi tumbukan Bulan paling dahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah manusia.

Mengutip Sky at Night Magazine, tumbukan tersebut diperkirakan menghasilkan kilatan cahaya dengan tingkat kecerahan setara planet Mars atau Jupiter, sehingga bisa terlihat dari Bumi dengan mata telanjang, terutama jika terjadi di sisi Bulan yang gelap.

Selain kilatan visual, dampak tersebut juga akan memicu gempa Bulan berskala global serta menghasilkan cahaya inframerah yang bertahan selama beberapa jam.

Puing-puing hasil tumbukan diperkirakan mencapai lebih dari 100 kilogram material Bulan yang terlempar ke luar angkasa dan sebagian menuju Bumi. Material tersebut dapat memicu hujan meteor yang terlihat beberapa hari setelah kejadian.

Para ilmuwan menilai peristiwa ini, meski berisiko, merupakan kesempatan langka untuk mempelajari tumbukan kosmik secara langsung.

Observasi lanjutan direncanakan mulai 2028 untuk memastikan lintasan asteroid dan mempersiapkan pemantauan intensif menjelang 2032.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ilmuwan Mau Pakai Nuklir Bom Asteroid Penghancur Bulan


Most Popular
Features