Raksasa Dihujat, PHK Gede-gedean Tapi Jilat Trump Rp 1,2 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Amazon tengah memiliki banyak masalah. Mulai dari pengumuman PHK besar--besaran hingga melakukan investasi besar-besaran pada film dokumenter milik istri presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Melania.
Investasi Amazon dalam film berjudul Milenia tersebut mencapai US$75 juta (Rp 1,2 triliun) CEO Andy Jassy juga terlihat dalam pemutaran pribadi film tersebut.
Upaya yang dilakukan Amazon ini menimbulkan spekulasi perusahaan tengah mencoba hati presiden. Namun berdasarkan pernyataan pihak Amazon MGM, investasi itu dilakukan karena dinilai bisa disukai oleh publik.
"Kami mendapatkan lisensi film karena satu, hanya satu alasan, karena kami yakin pelanggan akan menyukainya," kata juru bicara Amazon MGM, dikutip CNBC Internasional, Senin (2/2/2026).
Sementara Donald Trump mengatakan dirinya tidak terlibat dalam film istrinya itu. Film dokumenter disebutnya hanya dikerjakan oleh Melania.
"Saya pikir film ini sangat penting. Saya pikir benar-benar akan sangat penting. Film ini menunjukkan kehidupan di Gedung Putih. Ini sebenarnya penting" jelasnya.
Amazon akan menayangkan dokumenter ini dalam tiga bagian melalui Prime Video.
Ini terjadi, saat PHK menghantam Amazon. Perusahaan mengumumkan akan memecat 16 ribu pekerja, menambah 14 ribu karyawan dari Oktober lalu.
PHK ini merupakan bagian dari upaya pemangkasan biaya dan menghilangkan birokrasi di perusahaan. Di sisi lain, Amazon juga tengah mencoba berinvestasi besar-besaran dalam AI.
Banyak pihak yang mengkritik keputusan Amazon untuk mengeluarkan uang yang besar untuk film Melania. Padahal jumlah uang itu dapat membiayai karyawan yang terdampak PHK dalam jumlah yang cukup besar.
"Dengan US$75 juta, kita bisa memberikan US$4.500 (Rp 75,6 juta) kepada tiap karyawan yang diberhentikan. Tapi kita menghabiskannya untuk film Melania yang konyol. Malu bekerja di Amazon," jelas seorang pengguna Reddit.
(dem/dem)