Habis HP Giliran Laptop Ditinggal 2026, Penggantinya Sudah Ada

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 13:20 WIB
Foto: Sejumlah laptop dipasarkan di beberapa kios yang berada dalam Harco Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (11/11/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laptop kemungkinan akan ditinggal dalam waktu dekat. Bahkan pendiri Amazon, Jeff Bezos mengatakan perangkat itu sudah ketinggalan zaman dan akan digantikan di masa depan.

Menurutnya laptop akan digantikan dengan komputasi awan. Jadi pengguna akan menyewa komputasi dari penyedia layanan, seperti Amazon Web Service atau Microsoft Azure.

Bezos menyamakannya dengan sebuah museum pabrik bir. Berdiri ratusan tahun, museum bir itu merayakan warisan dan juga memiliki pameran generator listrik yang digunakan bahkan sebelum jaringan listrik nasional ada.


Generator listrik disebutnya sama seperti solusi komputasi lokal sekarang. Hal ini menyiratkan keinginan peralihan dari perangkat keras menuju solusi berbasis cloud dan selalu online.

Skenario itu juga menjadi mungkin mengingat sejumlah layanan seperti streaming hingga game juga telah berbasis cloud. Jika sekarang masih ada opsi untuk menggunakannya, kemungkinan di masa depan kita harus menggunakannya.

Laman Windows Central juga merujuk pada kenaikan harga chip memori yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia beberapa bulan terakhir. Kenaikan itu terjadi saat penyedia chip mencoba memenuhi permintaan dari perusahaan AI.

Dampaknya, harga laptop hingga HP juga melonjak. Begitu juga untuk upgrade RAM yang terus mengalami kenaikan.

Masalah ini juga akan terus terjadi. Bahkan, Windows Central mengatakan tidak yakin permintaan akan chip akan mengalami penurunan, kecuali jika investor dan negara-negara produsen berhenti percaya AI memberikan dampak yang signifikan.

Sebenarnya Microsoft telah mengerjakan versi Windows berbasis cloud konsumen untuk produk PC cloud kelas bisnisnya. Meskipun untuk versi konsumen selama beberapa tahun terakhir karena tidak menguntungkan secara ekonomi, sebab masih bisa mendapatkan laptop cukup murah yang berkualitas.

Namun kemungkinan Microsoft memperluasnya lagi ke versi konsumen masih terbuka lebar sekarang.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara Cloud Bantu Bisnis e-Commerce - Bank Makin Efisiensi