Waspada Jakarta Diguyur Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan BMKG

Redaksi,  CNBC Indonesia
01 February 2026 10:15
Warga melintas saat banjir melanda wilayah pemukiman penduduk di kawasan Petogogan, Jakarta, Rabu (31/1/2024). Banjir yang melanda wilayah yang berlokasi tidak jauh dari kantor Walikota Jakarta Selatan itu terjadi akibat hujan sejak pukul 01.00 WIB dini hari. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Warga melintas saat banjir melanda wilayah pemukiman penduduk di kawasan Petogogan, Jakarta, Rabu (31/1/2024). Banjir yang melanda wilayah yang berlokasi tidak jauh dari kantor Walikota Jakarta Selatan itu terjadi akibat hujan sejak pukul 01.00 WIB dini hari. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Cuaca di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan, terhitung 1-5 Februari 2026, diprediksi masih akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hal tersebut diungkap BMKG melalui update 'Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek' yang disampaikan melalui akun Instagram resminya pada hari ini, Minggu (1/2/2026).

Kendati demikian, cuaca hujan lima hari ke depan agaknya tak seintens laporan sebelumnya. Intensitas cuaca di Jabodetabek didominasi hujan sedang-lebat, sementara hujan lebat-sangat lebat, sejauh ini diprediksi hanya terjadi pada 1 Februari 2026.

Sebelumnya, dalam laporan 'Prospek Cuaca Mingguan' yang dirilis di laman resmi BMKG pada 27 Januari 2026, disebutkan bahwa cuaca Indonesia dipengaruhi dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal.

Pada skala global, El Niño-Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur.

Selain La Nina lemah, aktivitas monsun Asia diprediksi masih cukup persisten hingga dasarian pertama Bulan Februari. Selain itu, Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) juga diprakirakan masih aktif.

Lebih jauh lagi, daerah tekanan rendah berpotensi terbentuk di Samudera Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, dan daratan Australia barat laut, yang mampu membentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Indonesia bagian selatan.

Terpisah, dalam informasi di akun Instagram resminya, BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 98P mulai terbentuk pada 29 Januari 2026. Saat ini bibit tersebut berada di sekitar daratan Australia. Dampak tidak langsungnya adalah hujan sedang-lebat dan disertai angin kencang di NTT, Maluku barat Daya, Kep Tanimbar.

Ada juga gelombang laut tinggi 1,25-2,5 meter, serta gelombang lebih tinggi 2,5-4 meter di beberapa perairan RI.

Kembali ke cuaca Jabodetabek, berikut perincian prediksi BMKG pada periode 1-5 Februari 2026:

1 Februari 2026

Waspada Hujan Sedang-Lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakpus, Jaktim, Jaksel, Kota Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok.

Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat: Jakut, Jakbar, Kep. Seribu.

2 Februari 2026

Waspada Hujan Sedang-Lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok.

3 Februari 2026

Waspada Hujan Sedang-Lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu, Kota Depok.

4 Februari 2026

Waspada Hujan Sedang-Lebat: Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Kep. Seribu, Kab. Bogor, Kota Bogor.

5 Februari 2026

Waspada Hujan Sedang-Lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Peringatan BMKG, Awas Hujan Lebat-Angin Kencang Hantam RI!


Most Popular
Features