Bulan Bergerak Menjauh dari Bumi, Warga Mulai Rasakan Dampaknya

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 01/02/2026 09:15 WIB
Foto: dok NASA

Jakarta, CNBC Indonesia - Bumi dan Bulan memiliki jarak yang tak selalu konstan. Pelan-pelan, planet hunian manusia dan satelitnya itu mulai menjauh seiring waktu. 

Misi Apollo pada 1960 menempatkan reflektor di permukaan Bulan untuk mengetahui jaraknya dengan Bumi. Berdasarkan Lunar Laser Ranging Experiment, bisa diketahui perubahan jarak antara Bumi dan Bulan, dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk bisa dipantulkan kembali ke reflektor.

Dari pengukuran yang berulang diketahui Bulan terus menjauhi Bumi. Kecepatannya cukup lambat sekitar 3,8 cm per tahun.


Ternyata menjauhnya Bulan dari Bumi memiliki dampak di masa depan dan dirasakan umat manusia. Menurut IFL Science, Gerhana Matahari Total yang tidak bisa dilihat lagi dari Bumi karena ukuran Bulan yang makin mengecil.

Berbeda dengan sekarang, ukuran Bulan hampir sama dengan Matahari. Hal ini membuat fenomena Gerhana Matahari Total masih bisa terlihat dari Bumi.

Sebagai informasi, jarak dengan Matahari mencapai 400 kali lebih jauh dari Bumi dan Bulan. Diameternya juga mencapai 400 kali lebih besar.

Bahkan ukuran Bulan jauh lebih besar pada 4 miliar tahun lalu. Saat belum menempati orbitnya sekarang, ukuran Bulan nampak tiga kali lebih besar dari sekarang.

"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," kata ilmuwan NASA, Richard Vondrak pada 2017.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Registrasi SIM Card Diperketat, Bos Operator Selular Bilang Ini