Danau Purba di Sulawesi Tengah Diteliti, Hasilnya Tak Terduga

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Sabtu, 31/01/2026 19:30 WIB
Foto: Paleoklimatologi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan iklim Bumi di masa lalu melalui pembacaan “jejak” yang ditinggalkan alam. (BRIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Paleoklimatologi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan iklim Bumi di masa lalu melalui pembacaan "jejak" yang ditinggalkan alam. Jejak tersebut tersimpan dalam berbagai arsip alami, seperti es di kutub, sedimen dasar laut dan danau, cincin pohon, hingga kerangka karang. Melalui arsip ini, para ilmuwan dapat merekonstruksi perubahan suhu, curah hujan, serta dinamika laut di masa lampau, bahkan hingga jutaan tahun lalu. Data paleoklimatologi menjadi fondasi penting untuk memahami pola perubahan iklim yang sedang berlangsung saat ini, sekaligus memproyeksikan kondisi iklim di masa depan.

Salah satu pendekatan yang terus dikembangkan adalah riset paleoklimat berbasis sedimen danau. Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrianus Damanik, menekuni bidang ini dengan memanfaatkan danau sebagai arsip alami rekaman sejarah iklim dan lingkungan.

"Secara khusus saya meneliti Danau Poso di Sulawesi Tengah, sebuah danau purba yang sangat menarik karena usianya tua, lokasinya strategis di wilayah tropis Indonesia, dan sistem lingkungannya sangat kompleks. Danau ini bisa diibaratkan sebagai 'perpustakaan alam' yang menyimpan halaman demi halaman catatan perubahan iklim kawasan tropis," ungkap Adrianus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026).


Menurutnya, riset di Danau Poso berfokus pada bagaimana danau tersebut merekam dinamika iklim global, terutama yang berkaitan dengan fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO). ENSO merupakan salah satu pengendali utama pola curah hujan dan kekeringan di wilayah tropis. Penelitian ini diawali dengan kajian mendasar, meliputi analisis kandungan air sungai, daerah tangkapan, penggunaan lahan, analisis kolom air, morfologi danau, serta proses lingkungan lainnya yang memengaruhi pembentukan sedimen.

Riset tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa wilayah tropis, termasuk Indonesia, merupakan jantung sistem iklim global. Namun, catatan jangka panjang mengenai iklim tropis masih terbatas. Padahal, kawasan tropis memiliki peran vital sebagai pusat energi Bumi, dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi dan laut tropis sebagai sumber uap air terbesar yang menggerakkan sirkulasi atmosfer global.

Pengaruh ENSO untuk Indonesia

Khusus Indonesia, pengaruh ENSO menjadi faktor kunci yang membuat kajian paleoklimat tropis sangat penting. Siklus El Niño dan La Niña yang terjadi setiap beberapa tahun sangat menentukan pola curah hujan, produktivitas laut, hingga berdampak langsung pada ketahanan pangan dan stabilitas sosial-ekonomi masyarakat.

"Danau Poso dipilih karena berada di wilayah yang sangat dipengaruhi ENSO. Setiap perubahan iklim global akan meninggalkan jejak pada sedimennya, baik berupa variasi material dari sungai, perubahan kimia air, maupun fluktuasi produktivitas biologis di dalam danau. Dengan mempelajari rekaman ini, saya berharap dapat berkontribusi dalam menjawab bagaimana siklus ENSO berevolusi selama ribuan tahun," jelasnya.

Secara umum, tujuan riset paleoklimat berbasis sedimen danau adalah merekonstruksi variabilitas iklim tropis, khususnya dinamika ENSO, dalam skala waktu ribuan tahun. Pemahaman terhadap perilaku ENSO di masa lalu menjadi kunci untuk menilai apakah variabilitas iklim yang terjadi saat ini masih berada dalam rentang alami atau telah mengalami pergeseran akibat aktivitas manusia.

"Selain itu, saya ingin menyediakan catatan paleoklimat tropis yang lebih lengkap. Basis data global paleoklimat di wilayah tropis yang paling dinamis justru masih kurang representatif. Kontribusi dari danau-danau di Indonesia diharapkan dapat mengisi kesenjangan tersebut. Pengetahuan ini juga dapat mendukung pengelolaan sumber daya air, mitigasi bencana, serta upaya adaptasi terhadap perubahan iklim," ujar Adrianus.

Pendekatan riset paleoklimat melalui sedimen danau bersifat multidisiplin. Banyak danau di Indonesia yang hingga kini belum dipelajari secara mendalam. Di Danau Poso, Adrianus memulai penelitian dengan survei batimetri dan seismik untuk memahami bentuk dasar danau serta struktur bawah permukaan, sehingga dapat menentukan lokasi pengambilan inti sedimen yang paling representatif.

Tahap berikutnya mencakup kajian air sungai dan kolom air danau melalui pengukuran profil CTD (conductivity, temperature, depth), pemantauan kondisi perairan, serta pengambilan sampel air untuk analisis hidrokimia. Tahapan ini bertujuan memahami stratifikasi termal, sirkulasi air, dan proses pencampuran yang memengaruhi pengendapan sedimen.

"Tahap paling krusial adalah pengambilan inti sedimen dari dasar danau, karena di sanalah catatan iklim ribuan tahun tersimpan. Inti sedimen kemudian dianalisis menggunakan berbagai teknik geokimia, seperti isotop stabil, unsur jejak, rasio organik dan anorganik, hingga isotop molibdenum sebagai proksi paleo-redoks. Seluruh data tersebut diikat dengan penanggalan radiometrik, seperti ¹⁴C dan ²¹⁰Pb, agar setiap perubahan dapat ditempatkan dalam kerangka waktu yang jelas," paparnya.

Setiap danau, menurut Adrianus, merupakan arsip unik yang menyimpan cerita tentang lingkungan sekitarnya. Dengan memperluas penelitian ke berbagai danau di Indonesia, para peneliti dapat merangkai mosaik cerita perubahan iklim tropis yang lebih kaya dan representatif.

"Saya berharap riset ini bisa menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat. Danau bukan sekadar sumber air atau bagian dari lanskap, tetapi juga saksi sejarah perubahan lingkungan yang memberi pelajaran penting bagi masa depan. Memahami masa lalu bukan hanya kepentingan akademis, melainkan sangat relevan untuk mengantisipasi tantangan iklim ke depan. Pada akhirnya, riset ini juga diharapkan memperkuat kontribusi Indonesia di kancah internasional, karena tropis adalah kunci iklim global dan Indonesia berada di pusatnya," pungkas Adrianus.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Registrasi SIM Card Diperketat, Bos Operator Selular Bilang Ini