Aplikasi Tokopedia Disebut Mau Ditutup Diganti TikTok Shop
Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi Tokopedia disebut akan diganti oleh aplikasi khusus ecommerce untuk TikTok Shop yang terpisah dari aplikasi TikTok.
Beberapa narasumber yang dihubungi CNBC Indonesia menyatakan rencana pembuatan aplikasi TikTok Shop telah diberitahukan kepada tim teknologi di Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia.
Adapun kabar rencana penutupan aplikasi Tokopedia dikabarkan oleh akun Instagram @ecommurz berdasarkan informasi dari empat orang yang mengetahui kabar penutupan aplikasi Tokopedia. Narasumber CNBC Indonesia memberikan konfirmasi soal rencana penutupan tersebut.
Ditanya terkait isu tersebut, Juru bicara TikTok hanya mengatakan pihaknya bakal terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan.
"Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan," kata Juru bicara TikTok, kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).
Kabar penutupan aplikasi Tokopedia muncul sepekan setelah TikTok menggeser Melissa Siska Juminto dari posisi puncak sebagai CEO menjadi komisaris. Melissa telah memimpin Tokopedia sejak perusahaan ecommerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya tersebut merupakan bagian dari GoTo.
GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance, induk usaha TikTok, pada Januari 2024. Sejak akuisisi, berdasarkan informasi yang diperoleh CNBC Indonesia dari sumber yang mengetahui, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK per Agustus 2025.
Sekitar 240 pekerja di-PHK pada Agustus setelah pada Juli perusahaan lebih dulu mengurangi 180 karyawan. Pemangkasan tenaga kerja itu disebut meliputi sejumlah divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.
TikTok juga diterpa kabar pemberian insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang China untuk berdagang di TikTok Shop. Insentif serupa tidak diberikan kepada pedagang Indonesia.
Menurut Sensor Tower, Tokopedia kini adalah aplikasi retail dengan jumlah download ketiga terbesar di Indonesia. Adapun TikTok yang dikategorikan sebagai aplikasi media sosial, masih menjadi aplikasi dengan jumlah download paling banyak di RI.
Meskipun digolongkan sebagai aplikasi media sosial, TikTok membukukan nilai transaksi paling besar di RI. Berdasarkan pendapatan, posisi TikTok diikuti oleh Google One, Vidio, Facebook, dan Capcut.
(npb/dem)