Raja Kripto Beralih ke Emas, Sebut Dunia Tak Baik-baik Saja

Redaksi,  CNBC Indonesia
29 January 2026 20:10
Kolase Bitcoin, Emas, dan Perak. (Dok. Istimewa)
Foto: Kolase Bitcoin, Emas, dan Perak. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas makin ramai diserbu sebagai instrumen investasi di tengah kondisi ekonomi yang tak pasti. Langkah investasi ke emas juga diumumkan oleh Tether, perusahaan mata uang kripto yang nilainya realtif stabil (stablecoin), karena dipatok pada aset lain, yakni mata uang dolar AS.

Tether berencana mengalokasikan 10%-15% portofolio investasinya ke emas batangan, menurut CEO Paolo Ardoino. Alokasi itu menambah cadangan emas batangan yang menurut perusahaan sudah mendukung beberapa produknya.

Tether yang bermarkas di El Salvador mengatakan perusahaan sudah memiliki 130 metrik ton emas batangan untuk membekingi produk-produknya. Sebelumnya, pada kuartal-IV (Q4) 2025, Tether juga menambah 27 ton batang emas sebagai instrumen investasi.

Dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026), Ardoino mengatakan Tether telah membeli sekitar dua ton emas batangan per minggu.

"Untuk portofolio kami, sangat beralasan untuk memiliki sekitar 10% di Bitcoin dan 10%-15% di emas batangan," kata Ardoino. Ia tak menjabarkan berapa nilai portofolio investasi Tether, atau berapa banyak 10%-15% itu jika dipegang dalam bentuk emas batangan.

"Sangat sulit menentukan mana yang saya lebih sukai. Ini sama seperti ketika Anda memiliki dua anak dan harus memutuskan anak mana yang lebih canti," kata Ardoino.

Tether ingin mempertahankan kepemilikan emas fisiknya yang disimpan di Swiss. Perusahaan tidak memiliki target untuk pembelian emas batangan dan berencana mengambil keputusan ini setiap kuartal.

Ardoino mengatakan Tether membeli banyak emas batangan dengan laba yang dikantongi, mulai dari 2020 lalu ketika pandemi Covid-19 menghantam pasar, kemudian dilanjutkan dengan ketegangan geopolitik yang masih terjadi sampai sekarang.

"Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Emas setiap hari mencetak rekor all-time high (ATH) baru. Kenapa? Karena semua orang ketakutan," kata Ardoino. Sepanjang tahun lalu, harga emas melonjak 64%.

Tether mengatakan pihaknya membeli emas batangan dalam jumlah besar pada tahun lalu untuk membekingi stablecoin Tether USDT, yakni dolar digital degan nilai token beredar senilai US$186 miliar atau setara Rp3.121 triliun.

Selain itu juga ada token emas Tether USDT yang nilai token beredarnya menembus US$2,7 miliar atau setara Rp45 triliun.

Ardoino mengatakan Tether memiliki 250 karyawan. Perusahaan menginvestasikan cadangan yang mendukung stablecoin USDT-nya dalam surat utang pemerintah AS dan aset lainnya.

Ardoino menargetkan laba Tether di 2026 melampaui US$10 miliar atau Rp167 triliun yang diraup sepanjang 2025, dan kemungkinan menyamai US$13,7 miliar atau Rp229 triliun yang dibukukan pada 2024.

Tether juga telah menginvestasikan keuntungannya sendiri di obligasi pemerintah AS, Bitcoin, sektor teknologi, perusahaan royalti emas, dan aset lainnya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Industri Kripto Tumbuh Pesat di RI, Ini Buktinya


Most Popular
Features