Bekasi Diguyur Rp 75 Triliun, Bangun Sumber Duit Masa Depan

Demis Rizky,  CNBC Indonesia
29 January 2026 19:20
Data Center indointernet (EDGE). (Dok. Indointernet)
Foto: Data Center indointernet (EDGE). (Dok. Indointernet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Digital Edge mengumumkan investasi US$ 4,5 miliar untuk mendirikan data center raksasa di Bekasi. Fasilitas tersebut bakal menjadi salah satu kampus data center hyperscale AI di Indonesia.

Data center berkapasitas 500 MW akan didirikan di GIIC Industrial Estate di Bekasi dengan nama CGK Campus. Kapasitas di CGK Campus bisa ditingkatkan hingga 1 GW. Pembangunan direncanakan bertahap dengan target operasional pertama pada akhir 2026. Fase berikutnya ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2027 dan kuartal II 2027.

CGK Campus dibangun 15 kilometer dari klaster data center raksasa lainnya dan berjarak 40 kilometer dari data center milik Digital Edge yang berlokasi di pusat Jakarta yaitu EDGE1 dan EDGE2.

"CGK Campus adalah capaian berikutnya dari strategi APAC dan investasi infrastruktur terbesar kami," kata John Freeman, CEO di Digital Edge.

CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar menyatakan bahwa ekonomi digital di Indonesia tumbuh lebih cepat dibanding ketersediaan infrastruktur.

"AI membentuk masa depan layanan cloud dan enterprise. Kami ingin ada paling depan dalam transformasi ini," kata Oscar.

Digital Edge adalah bagian dari emiten telekomunikasi PT Indointernet Tbk (EDGE). Sebelumnya, EDGE mengumumkan suntikan modal bernilai total Rp283 miliar ke dua anak usahanya, PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGE2).

Melansir keterbukaan informasi BEI, transaksi tersebut dilaksanakan pada 22 Januari 2026. Peningkatan modal ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan belanja modal setiap anak perusahaan.

Memerinci lebih jauh, nilai peningkatan modal pada DGE1 tercatat sebesar Rp38 miliar, sedangkan pada DGE2 mencapai Rp245 miliar. Diketahui, Indonet memiliki 99,99% saham dari seluruh modal disetor di DGE1 dan DGE2.

"Transaksi Afiliasi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan semua informasi yang telah diungkapkan dalam laporan ini tidak mengandung informasi yang menyesatkan," sebagaimana dikutip Senin, (26/1/2026).

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Lewat NeutraDC, Telkom Sulap Batam Jadi Pusat Hyperscale Data Center


Most Popular
Features