3 Hari Pencarian Macan Tutul Pincang di Sanggabuana, Begini Hasilnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Petugas masih mencari keberadaan macan tutul yang jalan pincang di gunung Sanggabuana.
Dikabarkan sebelumnya, hewan tersebut dalam kondisi terluka di bagian kaki depannya. Satwa dilindungi itu diduga kuat menjadi korban penembakan oleh pemburu liar.
Humas BBKSDA Jabar Ery menyatakan tim gabungan saat ini tengah melakukan penyisiran intensif untuk menemukan macan tutul itu.
"Tim gabungan penanganan macan tutul di Gunung Sanggabuana telah bergerak untuk menyisir lokasi tertangkapnya satwa di kamera trap. Kami mengupayakan agar macan tutul tersebut dapat segera dievakuasi," kata Ery, dikutip dari Detikcom, Kamis (29/1/2026).
Tim evakuasi terdiri dari personel Menlatpur TNI AD, Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), dan Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jawa Barat yang meliputi Bidang Wilayah II, SKW IV, dan RKW XIV.
Pencarian direncanakan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 26 hingga 28 Januari 2026.
"Pada hari pertama, Senin (26/1), tim memulai penyisiran pukul 10.00 WIB. Sasarannya adalah titik koordinat kamera trap dengan jarak jelajah sekitar 2,5 km pada elevasi 400 mdpl," ungkap Ery.
Ery mengatakan pada penyisiran hari pertama, tim belum berhasil berjumpa langsung dengan macan tutul yang terindikasi terluka tersebut.
"Namun, kami menemukan tanda-tanda keberadaan satwa berupa kaisan dan jejak kaki di sekitar lokasi," terangnya.
Tim SCF juga telah memasang kamera trap tambahan di beberapa titik strategis sebelum kembali ke basecamp pada pukul 17.30 WIB untuk koordinasi lanjutan.
Hari selanjutnya, Selasa (27/1), pencarian sempat terkendala faktor alam. Meski cuaca cerah pada pagi hari, hujan turun cukup deras saat siang hari.
"Tim kembali menjelajah medan yang licin dan berisiko karena jalur berada di punggungan dan tepi jurang. Kegiatan berjalan aman dan kondusif, namun hingga siang hari target belum berhasil ditemukan," jelas Ery
Dia menegaskan bahwa kegiatan pencarian masih terus dilakukan hingga hari ini untuk memastikan kondisi kesehatan satwa tersebut.
"Pencarian satwa liar ini merupakan komitmen bersama dalam upaya perlindungan dan penyelamatan satwa liar dilindungi di kawasan Hutan Sanggabuana," pungkasnya.
(fab/fab)