Bangkitnya Raja HP Dunia, Laku Keras 'Bantai' HP China

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 29/01/2026 13:20 WIB
Foto: iPhone 17 Pro. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple mulai bangkit kembali setelah sempat terpuruk lantaran kinerja penjualan seri iPhone 16 yang tak sesuai ekspektasi. Dalam setahun terakhir, didorong peluncuran seri iPhone 17 yang membangkitkan antusiasme pasar, Apple akhirnya melaporkan kinerja moncer.

Seri iPhone 17 membawa keberuntungan tersendiri bagi Apple yang sempat terseok beberapa waktu lalu. Penjualan seri terbaru itu melonjak dalam tiga bulan terakhir tahun lalu.


Apple berhasil menarik pelanggan China dan pasar negara berkembang dengan desain kamera baru dan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi khusus dari perangkat Pro, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).

Analis dari LSEG mengatakan Apple akan melaporkan penjualan iPhone yang naik 13,8% pada kuartal Oktober-Desember. Ini menjadi pertumbuhan paling kuat perusahaan selama lebih dari empat tahun terakhir.

Pendapatan total diperkirakan meningkat 11,4%, menjadi US$138,43 miliar. Apple juga mengantongi tambahan 14,1% dari bisnis layanannya.

Salah satu pasar terbesar Apple, China juga mengalami peningkatan penjualan. Visible Alpha memperkirakan kenaikannya mencapai 15%.

Sementara itu, Apple mencoba melakukan pengembangan unit AI nya dengan bekerja sama Google. Dikabarkan Siri dan fitur Apple Intelligence akan ditenagai Gemini.

Kalahkan Raja-raja HP China

Terpisah, dalam laporan perusahaan riset Counterpoint beberapa saat lalu, Apple memimpin pasar smartphone global sepanjang tahun lalu. Capaian perusahaan berhasil mengalahkan beberapa nama besar, termasuk raksasa ponsel dari China.

Laporan itu mencatat pangsa pasar Apple meroket menjadi 20% dari sebelumnya 18% pada tahun sebelumnya.

Capaian ini membuat iPhone 17 jadi momentum kembali pertumbuhan Apple. Berbeda dengan iPhone 16 yang membuat perusahaan Apple cukup 'tiarap', karena minimnya inovasi, penundaan fitur AI Apple Intelligence, dan persaingan dengan HP Android lain.

"Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara-negara berkembang, didukung campuran portofolio produk yang lebih kuat," kata Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra.

Di posisi kedua adalah Samsung yang sebelumnya memimpin pasar global pada 2024. Pertumbuhan positif masih didapatkan perusahaan sebesar 5% dan market share 19%.

Posisi ketiga hingga kelima diisi oleh raksasa teknologi China. Pabrikan HP di negara tersebut mulai tergeser karena tren segmen premium yang memperlihatkan pertumbuhan signifikan.

Xiaomi, yang berada di posisi ketiga, mencatat kinerja stagnan dengan pangsa pasar 13%. Posisi keempat adalah vivo dengan pertumbuhan 3% dan pangsa pasar 8%.

Sementara menutup jajaran lima besar adalah Oppo. Pertumbuhannya tercatat minus 4% selama setahun terakhir.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Telkom Memberdayakan Infrastruktur Hulu ke Hilir