Penemuan Harta Karun Rp 1.440 Triliun 3 Kilometer di Bawah Tanah

Redaksi,  CNBC Indonesia
27 January 2026 19:00
Emas batangan. (AP Photo)
Foto: Emas batangan. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harta karun ditemukan terkubur di kedalaman 3.000 meter di wilayah China. Cadangan emas terbesar di dunia dikabarkan mencapai 1.000 ton dengan nilai mencapai US$85,9 miliar atau setara Rp 1.440 triliun.

Lokasi emas tersebut ditemukan di Situs Wangu, Provinsi Hunan. Para peneliti melakukan pengeboran lebih dulu pada 2.000 meter dan menemukan sekitar 300 ton emas. Lebih lanjut, pengeboran dilakukan hingga 3.000 meter dan total deposit emas yang ditemukan mencapai lebih dari 1.000 ton.

Dari survei, mereka menemukan banyak inti batuan yang mengandung emas. Termasuk beberapa bijih yang mengandung hingga 138 gram emas per metrik ton. Laman Indian Defense Review mencatat kepadatan ini jarang ditemukan dalam skala besar.

Provinsi Hunan menggunakan teknologi eksplorasi mutakhir. Biro Geologi yakni pemodelan tiga dimensi. Teknologi itu membuat para ilmuwan bisa memetakan formasi emas di bawah tanah jauh lebih jelas, dikutip dari Indian Defense Review.

Dengan teknologi tersebut membuat lokasi pengeboran lebih akurat. Wakil kepala Biro Geologi Hunan, menjelaskan metode tersebut penting agar bisa menentukan wilayah kaya emas yang ada di dalam tanah.

"Emas juga ditentukan saat pengeboran di area pinggiran lokasi," jelas Liu.

Dampak temuan tersebut, analisis industri memperkirakan bisa menarik investasi domestik dan minat dari perusahaan tambang global. Sementara dari segi infrastruktur diperkirakan mendorong pengembangan jaringan transportasi dan energi baru.

China Penuh 'Harta Karun'

Harta karun terpendam yang ditemukan di kedalaman provinsi Hunan termasuk di antara deposit emas terbesar yang pernah didokumentasikan dan dapat menyaingi tambang South Deep yang telah beroperasi lama di Afrika Selatan, menurut ECO News, dikutip dari Newsweek.

Terpisah, China juga baru-baru ini mencatat terobosan lain, dengan menemukan deposit emas bawah laut terbesar di Asia, menurut klaim para pejabat.

Penemuan itu dilakukan di lepas pantai Laizhou di Yantai, Semenanjung Jiaodong, provinsi Shandong, China timur. Meskipun ukuran deposit belum diungkapkan, pihak berwenang percaya bahwa penemuan terbaru ini telah meningkatkan cadangan emas Laizhou menjadi lebih dari 3.900 ton, yang kira-kira membentuk 26% dari sumber daya emas China yang diketahui, menurut South China Morning Post.

Pada November tahun lalu, para pejabat mengumumkan penemuan lebih dari 1.400 ton emas di provinsi Liaoning, China timur laut. Dengan cadangan yang telah dikonfirmasi sebesar 1.444,49 ton, penemuan tersebut dilaporkan sebagai penemuan tunggal terbesar di China sejak berdirinya negara itu pada tahun 1949, menurut Kementerian Sumber Daya Alam.

Pada bulan yang sama, pihak berwenang juga menemukan deposit emas dengan perkiraan cadangan lebih dari 1.000 ton di Pegunungan Kunlun dekat perbatasan barat wilayah otonom Xinjiang Uygur.

Pada November 2023, para pejabat di provinsi Shandong mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi sekitar seperempat cadangan emas China, termasuk lebih dari 3.500 ton di Semenanjung Jiaodong, yang dilaporkan sebagai sabuk pertambangan emas terbesar ketiga di dunia.

Menurut Dewan Emas Dunia, sekitar 216.265 ton emas telah ditambang sepanjang sejarah, dan sekitar dua pertiga dari emas ini telah diekstraksi sejak tahun 1950.

Di Amerika Serikat, pada tahun 2024, produksi tambang emas domestik diperkirakan mencapai 160 ton, dengan nilai diperkirakan sebesar US$12 miliar, menandai peningkatan 9 persen dari nilai pada tahun 2023, menurut laporan Januari dari Survei Geologi AS.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Penemuan Harta Karun Rp 1.358 Triliun 3 Kilometer di Bawah Tanah


Most Popular
Features