Internasional

WhatsApp Dipantau Ketat, Masuk Daftar Khusus Pemerintah

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 12:15 WIB
Foto: Logo Whatsapp (REUTERS/Thomas White)

Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp mendapat pengawasan ketat dari Komisi Eropa. Lembaga tersebut secara resmi menetapkan WhatsApp milik Meta sebagai "platform berukuran sangat besar" di bawah Digital Services Act (DSA) Uni Eropa.

Status ini menambah daftar kewajiban yang harus dipenuhi WhatsApp dalam menangani konten ilegal dan berbahaya. Penetapan tersebut diumumkan pada Senin (26/1).


Adapun fitur channels di WhatsApp menjadi objek utama penilaian Komisi Eropa, setelah dalam enam bulan pertama 2025 mencatat rata-rata 51,7 juta pengguna aktif bulanan di UE. Angka ini melampaui ambang batas 45 juta pengguna yang ditetapkan dalam DSA.

Komisi Eropa sebelumnya pada 15 Januari telah menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menetapkan fitur channels WhatsApp sebagai platform berukuran sangat besar. Sementara itu, layanan perpesanan inti WhatsApp tidak terdampak oleh penetapan ini.

Dengan penetapan tersebut, WhatsApp masuk dalam kategori yang sama dengan sejumlah platform besar lainnya seperti Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, Temu, dan LinkedIn, yang lebih dahulu ditunjuk sebagai platform daring berukuran sangat besar di bawah DSA.

DSA mewajibkan platform besar untuk memperketat penanganan konten ilegal dan berbahaya. Kewajiban ini berpotensi meningkatkan biaya operasional mengingat besarnya volume data yang harus dipantau sekaligus menimbulkan isu terkait privasi pengguna.

"Setelah penetapan ini, Meta sebagai penyedia WhatsApp memiliki waktu empat bulan, yakni hingga pertengahan Mei 2026, untuk memastikan WhatsApp mematuhi kewajiban tambahan dalam DSA," kata Komisi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (27/1/2026)

Menanggapi penetapan tersebut, juru bicara WhatsApp menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan standar keamanan dan integritas.

"Seiring pertumbuhan channels di UE dan wilayah lainnya, kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan langkah-langkah keamanan dan integritas agar selaras dengan ekspektasi regulasi dan tanggung jawab kami kepada pengguna," ujarnya.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Transaksi Digital Bikin Bisnis Properti - Logistik Makin Cuan