Harga HP Mendadak Mahal, Samsung Mati-Matian Tahan Harga Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan memori secara global diperkirakan berdampak pada kenaikan harga ponsel. Lalu bagaimana nasib seri baru Samsung, Galaxy S26 yang akan dirilis dalam waktu dekat?
Permintaan chip memori memang meningkat selama setahun terakhir karena perkembangan AI. Memori bandwidth tinggi (HBM) dan chip DDR kelas server banyak dibeli oleh raksasa teknologi seperti Amazon, Google, Meta, Microsoft, Nvidia, hingga OpenAI.
Hal ini membuat produsen chip mengalihkan produksinya dari yang biasanya untuk laptop dan telepon. Akibatnya membuat produksi menurun dan harga ikut melonjak.
Sementara itu, rumor dari sejumlah sumber internal industri menyebutkan harga Galaxy S26 Ultra dipatok US$1.399 (Rp 23,4 juta) untuk pasar Amerika Serikat (AS). Harga ini sama dengan S20 Ultra saat diluncurkan dan lebih mahal sedikit dengan S25 Ultra senilai US$1.299 (Rp 21,7 juta).
Namun kabarnya juga Samsung ingin mempertahankan harga ponsel tersebut di bawah 2 juta KRW (Rp 23 jutaan) untuk Korea Selatan. Artinya jika tercapai maka S26 Ultra bisa dipatok US$1.299 di AS, dikutip dari Sam Mobile, Selasa (27/1/2026).
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, salah satu jalannya adalah dengan mengurangi insentif pre-order. Misalnya dengan menghapus penawaran kapasitas storage yang populer untuk pembeli awal serta manfaat pre-order lain yang dikurangi atau dihapus sama sekali.
Dalam keterangannya bulan Desember lalu, firma riset IDC juga telah menyoroti soal kenaikan harga ini. Perusahaan mengatakan pasar smartphone global khususnya Android akan menghadapi ancaman tahun ini dengan tren industri yang menghadirkan fitur unggulan ke smartphone harga terjangkau akan berbalik arah.
Struktur biaya smartphone disebutkan bergantung pada memori yang digunakan. Misalnya pada perangkat kelas menengah mencapai 15-20% dari total biaya dan kelas atas sekitar 10-15%.
IDC juga menyoroti sejumlah produsen yang sebagian besar berada di segmen pasar bawah kemungkinan akan terdampak. Kenaikan biaya akan sangat memukul margin keuntungan dan tidak punya pilihan selain membebankan biaya atau sebagiannya kepada pengguna.
Sementara untuk segmen pasar kelas atas, termasuk Samsung, menghadapi tantangan juga namun tetap secara struktural akan tetap aman. Cadangan kas dan perjanjian pasokan jangka panjang memungkinkan mengamankan pasokan memori 12-24 bulan sebelumnya.
"Model unggulan baru pada 2026 kemungkinan tidak akan mengalami peningkatan RAM, namun menggunakan 12GB untuk model Pro dibandingkan meningkatkan menjadi 16GB. Kemungkinkan kecil model saat ini akan mengalami penurunan harga yang sama seperti yang terjadi setelah peluncuran model terbaru," jelas IDC.
IDC memperkirakan pasar akan menyusut 2,9%, bahkan dalam skenario penurunan pesimistis mencapai 5,2%. Sementara harga jual rata-rata smartphone bisa meningkat 3% hingga 5% dalam skenario moderat, dan 6%-8% dalam skenario pesimistis.
"Kenaikan harga akan jauh lebih tinggi di segmen pasar bawah, yang margin keuntungan sangat ketat, dan produsen perangkat harus membebankan biaya kepada pengguna akhir," jelas IDC.
(dem/dem)