10,8 Juta Warga Kebagian Internet Murah 100 Mbps, Ini Janji Meutya

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Senin, 26/01/2026 19:15 WIB
Foto: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026). (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan kabar terbaru terkait layanan internet murah dan ekspansi jaringan 4G dan 5G di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mengatakan pita frekuensi 1,4 GHz menjadi tulang punggung penyediaan internet murah. Adapun proses persiapan spektrum tersebut telah berlangsung pada tahun 2025 dan saat ini siap dioperasikan secara bertahap.

"Untuk internet murah yang berkualitas dengan 1,4 GHz untuk 2025 proses persiapan dan saat ini juga sudah siap dioperasikan secara bertahap dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah tangga di tahun 2030," ujar Meutya dalam paparannya saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).


Selain spektrum baru, pemerintah juga mengungkap cakupan jaringan 4G dan 5G di Indonesia. Menurut Meutya, cakupan 4G pada 2025 telah mencapai 99,95% populasi Indonesia dan akan terus ditingkatkan pada 2026.

"Di 2026 kita akan tingkatkan menjadi 99,05%. Target 99,05% adalah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029, dan melampaui target dari RPJMN tahun 2029. Mudah-mudahan bisa tercapai, kami cukup confident karena kita telah melakukan lelang untuk 5G yang juga mudah-mudahan bisa membantu layanan 4G," jelasnya.

Pemerintah juga menunjukkan akselerasi pada layanan 5G. Meutya menyebut cakupan 5G pada 2025 sudah mencapai 6,33% luas pemukiman Indonesia, di atas target RPJMN sebesar 4,4%.

Untuk 2026, pemerintah menargetkan jaringan 5G menjangkau 8,5% luas pemukiman di Indonesia. Target ini akan didorong melalui proses lelang frekuensi tambahan untuk operator seluler.

"Untuk tahun 2026 jaringan 5G kita tambahkan mencakup 8,5% luas pemukiman, sekali lagi terkait dengan rencana kami untuk menggelar lelang dari frekuensi 5G mudah-mudahan di target 2026 ini bisa dapat kita capai untuk jangkauan 8,5% pemukiman." pungkasnya.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Transaksi Digital Bikin Bisnis Properti - Logistik Makin Cuan