Krisis Baru Bikin Nasib Pedagang HP Tak Menentu di 2026

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Minggu, 25/01/2026 15:15 WIB
Foto: Penjualan Gawai CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri smartphone global diperkirakan memasuki periode penuh tekanan pada 2026 seiring memburuknya krisis chip memori. Micron Technology Inc., pemasok utama Nvidia, mengungkapkan bahwa kelangkaan chip memori terjadi lebih cepat dari perkiraan dan diproyeksikan berlanjut hingga melampaui 2026.

Menurut perusahaan tersebut, kondisi ini dipicu lonjakan kebutuhan semikonduktor kelas atas untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).


"Kekurangan yang kami hadapi saat ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Executive Vice President of Operations Micron, Manish Bhatia, seperti dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (25/1/2026).

Micron menjelaskan, memori dengan bandwidth tinggi yang digunakan untuk akselerator AI kini menyerap porsi terbesar kapasitas produksi industri chip. Akibatnya, pasokan memori untuk kebutuhan konvensional seperti smartphone dan PC semakin terbatas. Produsen ponsel dan komputer pun harus mengantri untuk mengamankan pasokan memori setelah 2026.

Tekanan kenaikan biaya mulai terasa di China. Media lokal Jiemian melaporkan Xiaomi, Oppo, dan Transsion memangkas target pengiriman smartphone tahun 2026 seiring melambungnya harga memori. Oppo disebut memangkas target pengiriman hingga 20%. Hingga kini, ketiga perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Lembaga riset Counterpoint memperkirakan pengiriman smartphone global akan menyusut 2,1% tahun ini. Krisis chip memori dinilai mendorong kenaikan biaya produksi sekaligus membatasi volume produksi. Produsen PC, termasuk Dell, juga menyampaikan peringatan serupa.

Jika situasi berlanjut, pelaku usaha di sektor distribusi hingga ritel smartphone berisiko menghadapi tekanan ganda: harga jual meningkat, sementara daya beli konsumen melemah. Kondisi ini menjadi sinyal ancaman serius bagi pedagang HP pada 2026.

Berbanding terbalik, industri chip memori justru menikmati lonjakan kinerja. Saham Micron, SK Hynix, dan Samsung menguat sepanjang 2025 seiring pesatnya permintaan teknologi AI. SK Hynix menyebut seluruh kapasitas chip untuk 2026 telah habis terjual, sementara Micron memastikan produk memori AI mereka juga sudah dipesan penuh.

Micron pun mempercepat ekspansi kapasitas produksi. Perusahaan mengakuisisi lahan pabrik di Taiwan senilai US$1,8 miliar atau sekitar Rp 30,38 triliun serta meningkatkan investasi fasilitas di Amerika Serikat, sejalan dengan rencana memindahkan sekitar 40% kapasitas produksi DRAM ke wilayah tersebut.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ungkap Kolaborasi Industri, Kesiapan Infrastruktur-Investasi AI