Komdigi Jawab Isu Data 13 Universitas di Indonesia Bocor
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menanggapi isu dugaan kebocoran data di 13 universitas di Indonesia.
"Kebocoran data yang di 13 Universitas? Mungkin ini di Pusdatin Kemendikti Saintek. Kita memang prihatin dengan kebocoran data ini terutama di pusat-pusat layanan pemerintah," ujar Nezar saat ditemui di Kantor Komdigi, Kamis (22/1/2026).
Akun Facebook dengan nama Matt Murdrock mengunggah tangkapan layar data mahasiswa yang diduga diunggah di dark web. Ada sekitar 13 universitas yang tangkapan layar data pribadi mahasiswanya beredar di dark web.
Nezar menekankan pentingnya penguatan standar keamanan siber di instansi pemerintah, termasuk adopsi pengamanan berlapis sejak level pengguna.
"Kita selalu menghimbau agar lembaga pemerintah itu bisa menerapkan standar cybersecurity yang ketat. Dan security measurement kita sebutnya itu harus dimulai dari endpoint, dari pemakaian tingkat pertama," jelasnya.
Ia mencontohkan kebiasaan sederhana yang kerap dilupakan seperti penggunaan kata sandi yang mudah ditebak, serta minimnya autentikasi tambahan.
"Misalnya yang simple saja soal password. Ini enggak bisa lagi dengan model password yang gampangan. Tapi harus dengan standar kalau perlu model two-factor authentication," katanya.
Untuk itu, ia meminta setiap instansi pemerintah mengevaluasi kembali kesiapan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang dimiliki.
"Kita harapkan juga setiap lembaga, setiap kementerian itu kembali meninjau ketangguhan CSIRT yang mereka punya juga. Untuk mencegah serangan dari malware yang bisa kemudian mencuri data dan lain sebagainya," ucapnya.
Saat ditanya soal tindak lanjut dari Kementerian Komunikasi dan Digital terkait dugaan kebocoran tersebut, Nezar mengatakan proses audit biasanya dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Itu biasanya BSSN yang akan melakukan audit soal kebocoran-kebocoran itu," pungkasnya.
(dem/dem)