Bos Baru Tokopedia-TikTok Shop Belum Jelas, CEO Lama Jadi Komisaris

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 18:40 WIB
Foto: TikTok E-commerce Melissa Siska Juminto dalam acara ShopTokopedia dan Tokopedia Summit 2024/2025 yang digelar di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (15/1/2025). (CNBC Indonesia/Intan)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Tokopedia dan TikTok E-commerce tiba-tiba mengumumkan Melissa Siska Juminto sebagai komisaris baru perusahaan. Pengangkatan sebagai komisaris diumumkan beberapa hari setelah perusahaan mengumumkan jabatan Melissa sebagai presiden direktur sudah berakhir.

Kabar soal pergantian posisi puncak di perusahaan yang mengendalikan platform ecommerce Tokopedia dan TikTok Shop tersebut muncul pada akhir pekan lalu. 

CNBC Indonesia kemudian menerima konfirmasi dari manajemen pada Selasa (20/1/2026). Saat itu, Tokopedia dan TikTok E-commerce menyatakan Melissa mengakhiri masa jabatan sebagai Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia untuk melanjutkan aspirasi pribadinya.


"Melissa Siska Juminto mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia untuk melanjutkan aspirasi pribadinya. Kami berterima kasih atas kepemimpinan dan kontribusinya yang berdampak besar terhadap pertumbuhan perusahaan, serta perannya dalam memajukan ekonomi digital Indonesia. Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan misi untuk melakukan pemerataan ekonomi secara digital dan memberdayakan UMKM lokal melalui teknologi."

Namun, ketika ditanya siapa sosok yang akan menggantikan Melissa, pihak TikTok tidak memberikan jawaban lebih lanjut.

Pada Kamis (22/1/2026), Manajemen Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia merilis pernyataan baru. Melissa diangkat sebagai komisaris perusahaan.

"Melissa Siska Juminto mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia untuk melanjutkan aspirasi pribadinya. Saat ini, ia menjalankan peran penasihat sebagai komisaris perusahaan. Kami berterima kasih atas kepemimpinan dan kontribusinya yang berdampak besar terhadap pertumbuhan perusahaan, serta perannya dalam memajukan ekonomi digital Indonesia. Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan misi untuk melakukan pemerataan ekonomi secara digital dan memberdayakan UMKM lokal melalui teknologi."

Sejak akuisisi Tokopedia oleh TikTok dari GoTo, perusahaan ecommerce itu menjadi pengelola platform ecommerce Tokopedia dan TikTok Shop. Melissa yang sebelumnya menjabat CEO Tokopedia melanjutkan peran sebagai pemimpin di perusahaan baru.

TikTok Shop di Indonesia adalah bisnis ecommerce terbesar kedua ByteDance setelah China dan Amerika Serikat. Perusahaan China tersebut dikabarkan telah melakukan efisiensi besar-besaran hanya beberapa bulan setelah akuisisi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh CNBC Indonesia dari sumber yang mengetahui, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK pada pertengahan Agustus 2025.

Sekitar 240 pekerja di-PHK pada Agustus setelah pada Juli perusahaan lebih dulu mengurangi 180 karyawan. Pemangkasan tenaga kerja itu disebut meliputi sejumlah divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.

Langkah efisiensi ini dilakukan di tengah upaya TikTok dan Tokopedia untuk memperkuat integrasi pasca merger, sekaligus menghadapi persaingan ketat di industri e-commerce Indonesia.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: CEO Raksasa E-Commerce Korsel Mundur, Usai Data Pelanggan Bocor