Penyebab Hujan Lebat Guyur Jabodetabek, BMKG Keluarkan Peringatan

Redaksi,  CNBC Indonesia
22 January 2026 10:19
Warga menerobos banjir menggunakan sepeda motor di kawasan Seskol, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di DKI Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Warga menerobos banjir menggunakan sepeda motor di kawasan Seskol, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di DKI Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Jabodetabek pada pagi ini, Kamis (22/1/2026) terpantau mengalami hujan lebat di beberapa wilayah. BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi hujan lebat-sangat lebat, bahkan bisa mencapai intensitas ekstrem di beberapa wilayah Indonesia, dalam sepekan terakhir hingga 26 Januari 2026.

Dalam laporan 'Prospek Cuaca Mingguan' yang dirilis BMKG pada 19 Januari 2026, disebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, disebabkan oleh beberapa faktor, terutama faktor regional seperti keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.

Untuk skala regional, Siklon Tropis Nokaen yang terdapat di Laut Filipina, utara Maluku Utara diprakirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa dengan arah gerak ke Timur Laut. Hal ini berpengaruh terhadap pembentukan pola angin terutama di wilayah utara Indonesia bagian Timur.

Selain itu, terdapat juga Bibit 97S yang pergerakannya diprakirakan persisten, dengan kecepatan angin maks 20 knot dan tekanan udara 1000 hPa yang mempengaruhi pola angin termasuk daerah konfluensi dan konvergensi, memanjang dari Pulau Timor, Laut Timor, Laut Arafuru, dan sekitar Bibit Siklon Tropis 97S tersebut. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

BMKG juga mencatat terdapat potensi peningkatan seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia. Hal tersebut diindikasikan dengan perbedaan tekanan udara dari Gushi yang tinggi, disertai peningkatan kecepatan angin yang tinggi di Laut Cina Selatan yang memperkuat masuknya monsun Asia menjadi lebih cepat dan mudah melewati ekuator (nilai CENS yang signfikan), melalui Selat Karimata.

Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, dan Pulau Jawa.

Lebih perinci, khusus untuk wilayah Jabodetabek, BMKG menjabarkan peringatan diniĀ cuaca pada Rabu (21/1) kemarin melalui akunĀ Instagram resminya sebagai berikut:

22 Januari 2026

Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Kab Bekasi, Kota Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok.

Awas Hujan Sangat Lebat-Ekstrem: Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu

Peringatan Dini Angin Kencang: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu.

23 Januari 2026

Waspada Hujan Sedang-lebat: Kep. Seribu.

Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat: Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok.

Awas Hujan Sangat Lebat-Ekstrem: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel.

Peringatan Dini Angin Kencang: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu.

24 Januari 2026

Waspada Hujan Sedang-lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu, Kab. Bekasi, Kab. Bogor

Peringatan Dini Angin Kencang: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab. Tangerang, Jakut, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu.

25 Januari 2026

Waspada Hujan Sedang-lebat: Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kab Tangerang, Jakut, Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, Kep. Seribu.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BMKG Kasih Peringatan Cuaca Ekstrem Hantam Jabodetabek, Waspada!


Most Popular
Features