OnePlus Dikabarkan Tutup, Peluncuran Produk Batal-Pegawai Kena PHK

Redaksi,  CNBC Indonesia
21 January 2026 15:01
Oneplus 12. (Dok. Oneplus)
Foto: Oneplus 12. (Dok. Oneplus)

Jakarta, CNBC Indonesia - OnePlus dikabarkan akan tutup. Oppo, sebagai pemilik brand, disebut memulai proses penghentian operasi OnePlus.

Penutupan OnePlus dikabarkan oleh Android Headline. OnePlus dilaporkan kini hanya beroperasi untuk memenuhi komitmen dan tidak lagi merencanakan pengembangan serta peluncuran produk baru.

Android Headline menyatakan kabar penutupan OnePlus dihimpun berdasarkan informasi dari pegawai dan mantan pegawai OnePlus di China serta negara-negara lain. 

"Pengiriman anjlok. Kekuatan premium runtuh hanya dalam semalam. Kantor-kantor ditutup tanpa pengumuman. Kemitraan berakhir. Tim di negara barat hanya tinggal beberapa orang. Peluncuran produk HP lipat dan flagship dibatalkan. Semua keputusan sekarang diambil oleh pusat," kata Android Headline, dikutip Rabu (21/1/2026).

Sebelumnya, Oppo mengumumkan langkah restrukturisasi terkait Realme. Meskipun diumumkan sebagai sinergi, Oppo menutup divisi R&D, mengurangi jumlah pekerja, dan melakukan merger entitas di bawah Realme.

Menurut laporan Omdia, pengiriman HP Oneplus telah merosot lebih dari 20 persen pada 2024 menjadi hanya sekitar 14 juta unit. Sekitar 4.500 toko di India dilaporkan berhenti menjual perangkat OnePlus karena margin yang sangat rendah.

Di salah satu pasar terbesarnya, India, IDC menyatakan pangsa pasar OnePlus menyusut dari 6,1 persen menjadi 3,9 persen.

CEO OnePlus Pete Lau juga tengah berhadapan dengan permasalahan hukum di Taiwan. Reuters melaporkan bahwa Lau diumumkan sebagai buron diumumkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Shilin, Taiwan. Dua warga Taiwan juga ditetapkan sebagai tersangka karena membantu aktivitas Lau.

Penetapan Lau sebagai tersangka didasari oleh undang-undang tentang hubungan Taiwan dengan China.

Jaksa menyatakan Lau merekrut 70 karyawan di Taiwan untuk menjalankan pengembangan dan penelitian aplikasi HP, verifikasi, dan pengujian untuk OnePlus.

Pemerintah China sampai saat ini mengakui Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya meskipun penduduk pulau tersebut memilih pemimpin dan pemerintah sendiri. Di sisi lain, Taiwan menolak klaim Beijing.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article HP Oppo Tak Laku Ditendang Infinix, Bos Klaim Masih Laris di China


Most Popular
Features