Elon Musk Ditendang, Minta Ganti Rugi Rp 2.275 Triliun

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 20/01/2026 15:52 WIB
Foto: Elon Musk. (REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara Elon Musk dan mantan perusahaan yang turut ia dirikan, OpenAI, masih terus berlanjut. Orang terkaya di dunia tersebut ingin mendapat kompensasi senilai US$134 miliar (Rp2.275 triliun) setelah 'ditendang' dari raksasa chatbot AI.

Dalam dokumen pengadilan pada pekan lalu, Musk mengatakan ia berhak mendapat 'keuntungan' setelah memberikan dukungan penuh di awal-awal pembentukan OpenAI.


Dikutip dari Reuters, Selasa (20/1/2026), OpenAI mengumpulkan antara US$65,5 miliar hingga US$109,4 miliar dari kontribusi Musk ketika turut mendirikan perusahaan tersebut pada 2015 silam. Sementara itu, Microsoft yang membekingi OpenAI juga mendapat sekitar US$13,3 miliar dan US$25,1 miliar, menurut dokumen pengadilan yang diajukan Musk, jelang persidangan melawan OpenAI dan Microsoft.

"Tanpa Elon Musk, tak akan ada OpenAI. Ia menyediakan pendanaan awal, 'meminjamkan' reputasinya, dan mengajarkan orang-orang di OpenAI cara untuk meningkatkan skala bisnis mereka," kata pengacara Musk, Steven Molo, dalam sebuah pernyataan ke Reuters.

Dalam sebuah pernyataan, OpenAI menyebutnya bahwa tuntutan Musk tidak berdasar. Selain itu, sikap Musk juga didefinisikan sebagai "kampanye pelecehan" terhadap OpenAI.

Microsoft tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja mengenai jumlah kompensasi yang diminta Musk.

OpenAI dan Microsoft balik menantang Musk dalam tuntutan terpisah yang diajukan pada pekan lalu.

Musk meninggalkan OpenAI pada 2018 lalu dan mendirikan xAI. Startup tersebut kemudian mendirikan chatbot AI Grok untuk menandingi ChatGPT.

Menurut Musk, OpenAI melanggar misi para pendiri dengan mengubah skema perusahaan yang tadinya non-profit menjadi for-profit. Hakim di Oakland, California, mengatakan persiangan diprediksi akan mulai pada April mendatang.

Dalam pengajuan Musk disebutkan bahwa ia menyumbang sekitar US$38 juta, 60% dari pendanaan awal OpenAI, membantu merekrut staf, menghubungkan para pendiri dengan jaringan relasinya, dan memberikan kredibilitas pada proyek tersebut ketika pertama kali dibuat.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Produsen Eropa Mulai Produksi Kendaraan Hybrid Berbasis AI