Krisis Dunia Bawa Petaka ke RI, Harga HP Murah Berubah Jadi Mahal

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Senin, 19/01/2026 13:55 WIB
Foto: Jasa Service HP. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia sedang menghadapi krisis serius, yakni rantai pasokan chip yang mengalami kelangkaan. Hal ini disebabkan popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian membludak, sehingga produsen chip memprioritaskan permintaan untuk memenuhi chip AI dan 'mengesampingkan' produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen seperti HP, komputer, dan peralatan rumah tangga.

Alhasil, harga chip melambung tinggi, di tengah ketidakseimbangan permintaan dan pasokan. Chip AI dan chip konvensional sama-sama mencatat permintaan tinggi, tetapi tak disertai dengan produksi.


Krisis chip dunia turut berdampak ke Indonesia. Harga chip global yang makin melonjak berpotensi mendorong kenaikan harga gadget di Indonesia, terutama untuk segmen smartphone murah. Hal itu disampaikan Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia.

"Sudah terlihat adanya kenaikan harga dari sejumlah vendor dan model terbaru sejak awal tahun ini," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (19/1/2026).

Menurut IDC, segmen smartphone dengan harga rendah akan paling terdampak. Pasalnya, margin vendor di segmen ini relatif tipis, sehingga perusahaan sulit menyerap kenaikan biaya.

"Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen ini," jelasnya.

Di segmen menengah-atas, penyesuaian masih mungkin dilakukan, namun sebagian biaya tetap dapat diteruskan ke harga jual. Salah satu opsi adalah penyesuaian spesifikasi supaya biaya lebih terkendali.

IDC memperkirakan konsumen akan langsung merasakan dampak kenaikan begitu harga dinaikkan di pasar. Artinya, pembeli perlu menyiapkan anggaran lebih untuk mendapatkan perangkat yang hendak dibeli.

Siap-siap Harga HP dan Laptop RI Naik 

Salah satu yang akan melakukan penyesuaian harga jual adalah pabrikan HP China, vivo. Pihak vivo Indonesia mengatakan kepada CNBC Indonesia bahwa pihaknya akan menaikkan sejumlah perangkat yang dipasarkan di Indonesia.

"Betul, beberapa product vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk pengelolaan biaya komponen," kata PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara kepada CNBC Indonesia.

Kebijakan tersebut tidak diterapkan secara menyeluruh, tetapi kenaikannya berbeda-beda untuk setiap segmen pada seri produk tertentu. Sebab, Alexa menjelaskan setiap seri memiliki spesifikasi, struktur biaya dan segmentasi pasar yang berbeda.

Sementara itu, ASUS, mengatakan karena ada dinamika rantai pasok komponen global, pihaknya akan melakukan penyesuaian harga produk laptop yang dipasarkan di Indonesia.

"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk yang perusahaan hadirkan bagi konsumen.

Brama menyebut bahwa penyesuaian harga akan berlaku secara merata di seluruh kategori segmen laptop ASUS, sehingga dampaknya akan dirasakan secara menyeluruh tanpa membedakan kelas produk.

Adapun penyesuaian harga laptop ASUS di Tanah Air akan mulai berlaku pada kuartal pertama 2026.

Prediksi dan Penyebab Harga Chip Dunia Melonjak

Kelangkaan memori masih terjadi hingga sekarang dan belum jelas kapan akan kembali normal. IDC memperkirakan pada semester I 2026 kesenjangan supply-demand akan makin parah sehingga memicu kelangkaan dan harga yang lebih tinggi.

"Kondisi ini diperkirakan mulai mereda pada semester II, tetapi harga akan tetap tinggi setidaknya sampai awal 2027," jelas Vanessa.

Penyebabnya antara lain pembangunan pusat data dalam jumlah besar untuk jangka pendek-menengah, serta para pemain utama memori yang telah mengalihkan ekspansi kapasitas dan investasi ke segmen hyperscale atau AI.

"Secara khusus, pasokan/manufaktur memori kelas bawah seperti DDR4, yang banyak digunakan pada smartphone entry-level, terus dikurangi," jelas Vanessa.

"Sementara transisi ke DDR5 belum terjadi secara masif, dan sekalipun ada, pemasok lebih memprioritaskan untuk hyperscale/AI," imbuhnya.

Pada saat yang sama, permintaan dari sisi klien smartphone, PC, dan lainnya, serta otomotif khususnya EV, tumbuh kuat, sehingga turut mendorong permintaan memori dan storage.

Di sisi lain, imbas kenaikan harga juga bisa merembet ke pasar perangkat bekas. Untuk smartphone, kenaikan di pasar resmi dapat memicu peningkatan permintaan di pasar second, yang pada akhirnya mengerek harga.

Adapun di sektor PC dan komponen PC, dampaknya diperkirakan lebih terasa karena pasar second sudah lebih matang.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Perkuat Infrastruktur Digital Dukung Daya Saing Nasional