Amerika Kena Batunya, Begini Strategi Balas Dendam Xi Jinping ke Trump

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
19 January 2026 12:40
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China makin rumit. Giliran Presiden AS Donald Trump membuka akses ekspor chip AI canggih ke China, justru pemerintahan Presiden China Xi Jinping takmpak 'balas dendam' dengan strategi penolakan. 

Bea cukai China dikabarkan mulai memblokir masuknya chip AI H200 buatan Nvidia negaranya. Chip H200 merupakan prosesor tercanggih kedua buatan Nvidia yang selama ini 'diharamkan' beredar di China. 

Kinerjanya disebut melampaui chip-chip lokal buatan China yang dipasarkan saat ini. 

Informasi soal pelarangan masuk H200 ke China pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Laporan menyebutkan Nvidia sebelumnya memperkirakan pesanan lebih dari satu juta unit dari klien China, dan pemasok telah beroperasi tanpa henti untuk mempersiapkan pengiriman mulai Maret 2026.

Namun pekan ini, otoritas bea cukai China disebut menginstruksikan kepada bea cukai bahwa chip H200 tidak diizinkan masuk negara tersebut.

Sementara itu, menurut sumber Reuters, pemerintah China memanggil perusahaan teknologi domestik untuk memperingatkan agar tidak membeli chip H200 kecuali jika benar-benar diperlukan.

Hingga kini belum ada kejelasan apakah langkah tersebut merupakan larangan resmi atau hanya tindakan sementara. Pemerintah China juga tidak memberikan alasan atas kebijakan tersebut, demikian dikutip dari The Guardian, Senin (19/1/2026).

Taktik Negosiasi China

Permintaan H200 dari perusahaan China tercatat tinggi. Namun, analis menyatakan Beijing masih mempertimbangkan arah kebijakan, termasuk apakah larangan bertujuan mendorong pengembangan chip lokal atau sebagai taktik negosiasi geopolitik.

Situasi ini juga memperumit rantai suplai chip AS ke China. Sebelumnya, chip H200 yang dirancang di AS dan diproduksi di Taiwan diperbolehkan diekspor ke China di era pemerintahan Donald Trump.

Namun pemerintah AS kemudian mengatur proses tambahan, yakni chip harus singgah terlebih dahulu di laboratorium AS sebelum menuju China, sehingga memungkinkan pengenaan tarif 25%. Kebijakan tarif ini juga berlaku untuk chip MI325X milik AMD.

Para pakar terbagi dua kubu mengenai manfaat strategis penjualan H200 ke China. Pihak yang mendukung menyebut pasokan chip AS dapat memperlambat riset China dalam chip serupa dan membuat perusahaan Tiongkok tetap bergantung pada teknologi AS.

Sementara kubu penolak memperingatkan bahwa chip ini cukup kuat untuk diaplikasikan dalam sistem persenjataan, yang di masa depan dapat digunakan militer China.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article China Makin Ganas, Tak Sudi Pakai Produk Amerika


Most Popular
Features