Sains Membuktikan Manifestasi Bukan Mimpi di Siang Bolong

mkh,  CNBC Indonesia
18 January 2026 18:00
Ilustrasi Otak Manusia (Gambar oleh H. B. dari Pixabay)
Foto: Ilustrasi Otak Manusia (Gambar oleh H. B. dari Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia — Wacana manifestasi atau memvisualisasikan target karier kembali ramai menjelang 2026. Mulai dari berharap kenaikan gaji hingga promosi jabatan, praktik ini kian populer, terutama di kalangan pekerja muda. Di media sosial TikTok, topik manifestasi ramai dibahas.

Meski kerap dicap sekadar sugesti atau tren spiritual, sejumlah pakar menilai manifestasi bisa berdampak nyata. Bukan karena unsur magis, melainkan karena pengaruhnya terhadap cara seseorang berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Salah satu kisah yang kerap dijadikan rujukan datang dari aktor Hollywood Jim Carrey. Pada awal 1990-an, ketika kariernya belum menanjak dan kondisi keuangan masih terbatas, Carrey menulis cek senilai US$ 10 juta untuk dirinya sendiri-sebuah target yang kala itu terdengar nyaris mustahil.

Ia menyimpan cek tersebut di dompet sebagai pengingat ambisi pribadinya. Beberapa tahun kemudian, sebelum tanggal yang ia tetapkan tiba, Carrey benar-benar menerima bayaran US$ 10 juta dari film Dumb and Dumber, yang menjadi titik balik kariernya di industri hiburan.

Namun, cek simbolis itu bukanlah awal dari segalanya. Jauh sebelumnya, Carrey mengaku rutin menyendiri di Mulholland Drive, Los Angeles, setiap malam. Di sana, ia membayangkan dirinya sebagai aktor sukses yang diminati banyak sutradara-sebuah cara untuk bertahan di tengah fase sulit dan ketidakpastian karier.

Fakta Ilmiah Manifestasi

Mengutip CNBC.com, Minggau (18/1/2026) Psikoterapis Chamin Ajjan menjelaskan bahwa manifestasi merupakan proses sadar untuk menyelaraskan tujuan, niat, dan tindakan. Praktik ini membantu seseorang lebih fokus pada apa yang ingin dicapai, sekaligus mendorong konsistensi dalam mengambil langkah konkret.

Dari sisi neurosains, visualisasi juga dinilai dapat "mengondisikan" otak agar lebih peka terhadap peluang. Otak menjadi lebih siap mengenali kesempatan yang sejalan dengan tujuan yang ditetapkan, termasuk langkah-langkah kecil yang kerap luput disadari.

Bagi Carrey, kebiasaan memvisualisasikan masa depan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga sumber ketenangan dan optimisme. Ia menjalani rutinitas tersebut selama hampir empat tahun, sembari tampil di berbagai klub komedi, sebelum akhirnya masuk jajaran aktor dengan bayaran tertinggi di Hollywood, menurut catatan Forbes.

Kisah ini menunjukkan bahwa di balik popularitas manifestasi, terdapat faktor psikologis dan perilaku yang berperan penting. Bukan soal berharap semata, melainkan bagaimana keyakinan terhadap tujuan dapat membentuk cara seseorang bergerak menuju pencapaiannya.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hasil Tes DNA RK-Lisa Mariana Sudah Keluar, Ini Sains di Baliknya


Most Popular
Features