Heboh Peneliti Asing Temukan Dunia Hilang di Indonesia, Ini Lokasinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti asing menemukan 'dunia hilang' terkubur di wilayah Indonesia. Dalam laporan beberapa saat lalu, dikatakan bahwa wilayah Indonesia merupakan 'rumah' bagi banyak hewan yang sudah punah.
Adapun wilayah yang dimaksud adalah Sumba. Peneliti mengatakan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengungkap beberapa hewan punah yang pernah bermukin di wilayan tersebut.
Beberapa di antaranya adalah gajah mini, spesies tikus, kadal raksasa, hingga spesies komodo. Fakta ini dibeberkan para ilmuwan dalam jurnal berjudul 'Proceedings of the Royal Society B'.
Laporan itu merujuk pada penemuan fosil hewan-hewan tersebut. Laporan itu menyebut fosil beragam spesies tersebut hidup di Sumba sekitar 12.000 tahun yang lalu, dikutip dari Mongabay, Kamis (15/1/2026).
Bahkan, laporan itu mendapati temuan serius yang memungkinkan hewan-hewan langka dulu awalnya hidup di wilayah Sumba. Hal ini makin meyakinkan ketika ditemukannya fosil komodo yang saat ini hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores.
Temuan ini kemudian memancing asumsi bahwa hewan yang kini termasuk langka itu sebenarnya berasal dari Sumba.
Ekspedisi untuk meneliti hewan-hewan punah ini berlangsung dari 2011 hingga 2014. Tim peneliti berasal dari Zoological Society of London (ZSL).
Mereka mengoleksi fosil dari Sumba, sebagai bagian dari kepulauan yang dulu dinamai 'Wallacea'. Area ini berasal dari biologis Alfred Russel Wallacea yang pertama kali memberikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.
Wilayah di dalam Wallacea termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Wilayah Wallacea mendulang popularitas pada 2004, ketika kelompok arkeologi mengumbar fosil makhluk punah yang dinamai 'hobbit' atau Homo Floresiensis. Makhluk ini ditemukan di Flores, bagian utara dari Sumba.
Hingga kini, riset tentang Sumba sendiri masih sangat jarang. Survei soal fosil dan kehidupan liar di sana belum terlalu banyak dilakukan.
"Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia," kata Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL.
Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut di Sumba bisa dilakukan untuk mendapatkan pencerahan soal evolusi spesies di area tersebut.
"Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern," Turvey menjelaskan.
Demikian informasi terkait 'dunia hilang' yang dikatakan ada di Sumba, kota penuh pesona yang kini jadi salah satu kekuatan pariwisata di Indonesia. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda tentang sejarah dan kekayaan Tanah Air!
(fab/fab)