RAM Mahal Banget, Asus Ungkap Dampaknya ke Harga Laptop di RI

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
15 January 2026 08:15
ASUS ExpertBook PM3 PM3406CKA (Dok ASUS)
Foto: ASUS ExpertBook PM3 PM3406CKA (Dok ASUS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah kelangkaan chip global belum juga mereda, dan diperkirakan bakal berlanjut dalam jangka panjang. Akibatnya kenaikan harga produk elektronik seperti laptop tidak akan bisa dihindari, termasuk yang dijual di Indonesia.

Asus misalnya, mengatakan karena ada dinamika rantai pasok komponen global, pihaknya akan melakukan penyesuaian harga produk laptop yang dipasarkan di Indonesia.

"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/1/2026).

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk yang perusahaan hadirkan bagi konsumen.

Brama menyebut bahwa penyesuaian harga akan berlaku secara merata di seluruh kategori segmen laptop Asus, sehingga dampaknya akan dirasakan secara menyeluruh tanpa membedakan kelas produk.

Adapun penyesuaian harga laptop Asus di Tanah Air akan mulai berlaku pada kuartal pertama 2026.

Langka akibat AI

Perlu diketahui, permintaan chip memori meningkat drastis lantaran kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI). Chip AI berbeda dengan chip konvensional yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat elektronik konsumen.

Para produsen chip dilaporkan memprioritaskan produksi chip memori tingkat tinggi (HBM) untuk AI, sehingga mengesampingkan produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik.

Hal ini membuat harga melambung, sehingga pabrikan perangkat elektronik menghadapi dilema, menaikkan harga jual untuk konsumen, atau menekan harga sembari tidak menawarkan peningkatan hardware untuk produk baru.

Analis dari Morningstar dan JP Morgan memperkirakan kenaikan harga ini bakal terus berlanjut hingga 2027 mendatang.

Para analis mengemukakan kemungkinan tiap perusahaan harus meningkatkan harga jual 5 hingga 20%.

TrendForce mengatakan harga rata-rata Dram, termasuk chip HBM bakal naik 50 hingga 55% pada kuartal IV-2025 dibandingkan periode sebelumnya.

Kedua perusahaan yang mendominasi pasar Dram, Samsung dan SK Hynix mengungkapkan pesanan 2026 telah melebih kepasitas. Samsung diketahui juga telah menaikkan beberapa harga chip memori mencapai 60%.

"Permintaan server terkait AI terus bertumbuh dan melebihi suplai industri," kata eksekutif Samsung, Kim Jae-june, dalam laporan kinerja perusahaan pada Oktober 2025.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kiriman Wafer Belanda Disetop ke China, Pabrik Mobil Dunia Terancam


Most Popular
Features