Malaysia Terapkan Aturan Indonesia, Kasih Ancaman Keras
Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia mengikuti langkah Indonesia untuk memblokir sementara fitur Grok AI yang tertera di platform X milik Elon Musk. Hal ini dikarenakan fenomena Grok yang digunakan untuk menciptakan konten seksual dan mengobjektifikasi perempuan.
Setelah mengikuti aturan Indonesia, Malaysia mengambil tindakan lebih keras. Negara tetangga tersebut mengumumkan akan mengambil tindakan hukum pada media sosial X.
"Konten yang diduga melibatkan perempuan dan anak di bawah umur sangat mengkhawatirkan. Perilaku itu melanggar hukum Malaysia dan merusak komitmen keselamatan yang disebutkan entitas itu," kata Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, dikutip dari Reuters, Rabu (14/1/2026).
Regulator setempat juga mengatakan telah mengirimkan permintaan kepada X dan xAI bulan ini menghapus konten berbahaya. Namun tidak ada tindakan yang diambil oleh perusahaan.
Indonesia Negara Pertama Blokir Grok
Grok bermasalah di berbagai negara dalam beberapa waktu terakhir. Chatbot buatan xAI, perusahaan milik miliarder Elon Musk, itu menghasilkan gambar asusila perempuan dan anak di bawah umur hasil permintaan pengguna X.
Sejumlah pemerintah negara dunia langsung mengecam perilaku tersebut. Pada Sabtu (10/1/2026), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan telah melakukan pemutusan akses sementara pada aplikasi tersebut. Indonesia menjadi negara pertama yang mengambil tindakan tegas terhadap Grok.
Menteri Komdigi Meutya Hafid menjelaskan langkah itu sebagai upaya perlindungan pada perempuan, anak dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu dengan teknologi AI.
Pihak kementerian juga telah meminta platform X hadir memberikan klarifikasi dari dampak negatif penggunaan Grok.
Tak berselang lama, Malaysia juga mengambil langkah serupa memblokir akses ke Grok sementara. Saat itu, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malasuai menjelaskan keputusannya terkait penyalahgunaan alat yang menghasilkan gambar cabul, eksplisit secara seksual, tidak senonoh, menyinggung dan hasil manipulasi tanpa persetujuan.
xAI juga telah bertindak terkait masalah ini dengan membatasi akses permintaan fitur hanya untuk pelanggan berbayar. Namun keputusannya dikritik pejabat Eropa dan aktivitas teknologi yang menilai perusahaan gagal mengatasi kekhawatiran soal penggunaan Grok.
Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengkritik keputusan itu. Apa yang dilakukan xAI disebut bukan solusi, namun hinaan pada korban hasil gambar asusila buatan Grok.
"Hal itu sama dengan mengubah fitur AI untuk pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium. Ini menghina korban misogini dan kekerasan seksual," kata juru bicara.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]