Harga PC Bekas Melonjak, Toko Komputer Rela Beli Mahal

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Rabu, 14/01/2026 10:03 WIB
Foto: Ilustrasi PC Gaming. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah toko di Jepang, Softmap Gaming memohon pelanggan menjual perlengkapan PC mereka. Ini dilakukan karena krisis RAM yang terjadi di industri PC sejak beberapa waktu terakhir.

Permintaan itu disampaikan Softmap dalam akun resmi di media sosial X. Toko yang berada di kawasan Akihabara membagikan pula foto kondisi rak yang hampir kosong.

"Sebagai bentuk bantuan, jika Anda membeli yang baru, mohon jual PC gaming Anda ke perusahaan kami," tulis Softmap, dikutip dari Toms Hardware, Rabu (14/1/2026).


Softmap menjanjikan PC bekas itu akan ditawar dengan harga tinggi. Produk yang dijual juga tak akan dipilih, perusahaan memastikan menerima apapun dari desktop gaming, laptop hingga komputer non gaming sekalipun.

"Kami membelinya dengan harga yang cukup tinggi," perusahaan menegaskan.

Sebelumnya kelangkaan memori global membuat sejumlah toko di Jepang membatasi pembelian kartu grafis. Salah satunya adalah Tsukomo eX yang juga bertempat di Akihabara hanya memperbolehkan membeli satu GeForce RTX 5060 Ti 16 GB atau lebih tinggi, atau seri Radeon RX 9000 atau lebih tinggi per pembelian.

Krisis juga berdampak pada kenaikan harga produk. Salah satunya pada harga DDR5 modern.

Kabarnya sejumlah kit DDR5 seperti Corsair Vengeance RGB DDR5-200 16GB (2x8GB) di Amazon dipatok US$235 (Rp 3,9 juta). Harga tersebut melompat 3,5 kali lipat dari harga biasanya US$66 (Rp 1,1 juta) pada Oktober tahun lalu.

Toms Hardware juga mengatakan harga PC rakitan kemungkinan jadi yang akan terdampak berikutnya. Kartu grafis dengan kuota VRAM yang lebih besar kabarnya menghadapi masalah.

Laporan tersebut memperkirakan bakal ada kenaikan harga untuk GPU. Termasuk GPU generasi berikutnya akan mengalami penundaan.

Krisis pasokan memori pada industri PC terjadi lebih cepat dari perkiraan. Masalah ini terjadi karena permintaan memori yang melonjak untuk industri Artificial Intelligence (AI).


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: AI Bikin Biaya Cloud Melonjak, Efisiensi Bisnis Jadi Terganggu?