Bangkitnya Raja HP Dunia Setelah Terpuruk, Merek China Minggir

Redaksi,  CNBC Indonesia
12 January 2026 16:20
Pusat Grosir Cililitan (PGC) jadi salah satu tempat penjualan smartphone di Jakarta sepi pengunjung, Rabu (12/3/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Pusat Grosir Cililitan (PGC) jadi salah satu tempat penjualan smartphone di Jakarta sepi pengunjung, Rabu (12/3/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri HP global menunjukkan pertumbuhan 2% sepanjang 2025 secara tahun-ke-tahun (YoY). Kinerja positif ini didorong permintaan yang tinggi dan momentum ekonomi di negara-negara berkembang, menurut laporan firma riset Counterpoint.

Apple berhasil bangkit melalui seri iPhone 17 yang mendapat antusiasme besar dari masyarakat di seluruh dunia. Raksasa Cupertino tersebut berhasil mengamankan posisi di peringkat pertama, menggantikan Samsung.

Dikutip dari Reuters, Senin (12/1/2026), Counterpoint mengatakan Apple berhasil meraup pangsa pasar (market share) 20%, memimpin daftar 'Top 5' merek HP global terbesar. Pangsa pasar Apple mencatat kenaikan dari sebelumnya 'cuma' 18% pada 2024. Sepanjang 2024, Apple juga mencatat penurunan kinerja 2% dibandingkan 2023. 

Para produsen memajukan pengiriman di awal tahun untuk mengantisipasi dampak kebijakan tarif tinggi, tetapi dampaknya mereda seiring berjalannya tahun 2025, sehingga volume di paruh kedua sebagian besar tidak terpengaruh, kata Counterpoint.

Samsung harus rela tergeser ke posisi ke-2 dengan pangsa pasar 19%. Samsung dikatakan mencatat pertumbuhan pengapalan yang stabil sepanjang 2025. Pangsa pasar 19% sama dengan yang dibukukan pada 2024, tetapi kinerja moncer Apple membuat posisi Samsung turun satu peringkat.

Selanjutnya, Xiaomi bertengger di posisi ke-3 dengan pangsa pasar 13%, didorong oleh permintaan yang konsisten dari negara-negara berkembang. Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 lalu, Xiaomi tercatat juga berada di posisi ke-3 dengan pangsa pasar yang sedikit lebih tinggi, yakni 14%.

Pada 2024, Oppo dan Vivo masing-masing menduduki posisi ketiga dan keempat dengan pangsa pasar kompak di 8%. Dua raksasa HP China tersebut di 2025 juga tetap tak mampu menempus posisi tiga besar.

Kinerja industri HP diprediksi akan melemah sepanjang 2026, dikarenakan kelangkaan chip yang diprediksi memicu kenaikan harga komponen. Bisa jadi produsen HP terpaksa menaikkan harga ritel, atau mempertahankan harga dengan kualitas hardware yang tidak meningkat.

Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak mengatakan kelangkaan chip disebabkan oleh produsen chip yang memprioritaskan produksi chip untuk data center AI, sehingga 'mengesampingkan' chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen seperti HP, komputer, dan peralatan rumah tangga.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Apple dan Samsung Ngamuk, Tegur Keras Kelakuan Xiaomi


Most Popular
Features