Tanah Dekat Sinkhole Sumbar Terus Bergerak, BPBD Pesan ke Warga
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan tanah terus terjadi di fenomena sinkhole yang muncul di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Sumatera Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, meminta masyarakat untuk tidak mendekat.
Mengutip Detik.com, Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra mengatakan sudah dipasang garis polisi di sekitar tanah yang berlubang sebagai bentuk antisipasi.
"Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mematuhi peraturan, terutama tidak melewati garis polisi di sekitar tanah yang berlubang," ujarnya.
Sementara itu, pendataan awal juga telah dilakukan pada tanah yang berlubang. Ukurannya dilaporkan mencapai panjang 10 meter, lebar 7 meter dan kedalaman 5,7 meter.
Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward mengatakan sinkhole bukanlah fenomena baru di wilayah Nagari Situjuah Batua. Sebab hal itu memang sering terjadi di daerah batu kapur.
Nagari Situjuah Batua merupakan wilayah batu kapur, namun tertutup material erupsi Gunung Sago.
"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar dia.
Sifat dari kawasan batuan kapur sendiri adalah mudah larut saat terkena air hujan. Kemudian terdapat retakan dan menciptakan lubang besar.
Ade meminta pemerintah setempat atau masyarakat menutup lubang sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Yakni dengan menggunakan material tanah, pasir, batu hingga dilakukan pengecoran.
Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, mendadak heboh. Sebuah lubang raksasa muncul di tengah lahan persawahan milik salah seorang warga di kawasan pertanian Pombatan.
Fenomena alam ini terjadi pada Minggu (4/1/2025), di sawah yang digarap seorang warga bernama Adrolmios alias Si Ad (61 tahun) warga Nagari Situjuah.
"Saya baru tahu, kejadiannya tadi sekitar jam 11.00 WIB," kata Adrolmios kepada wartawan.
Menurut Adrolmios, kejadian ini pertama kali diketahui Mak Etek Uwid, warga setempat yang sedang bekerja di sekitar lokasi. Tiba-tiba dia mendengar bunyi bergemuruh, seperti ledakan.
"Mak Etek menceritakan, dia mendengar suara seperti ledakan," lanjutnya.
Mak Etek Uwid kaget, ternyata di sawah garapan Adrolmios yang sebelumnya retak-retak karena kemarau, tiba-tiba muncul lubang besar. Lubang itu diameternya makin lama semakin besar.
Di dalamnya terdapat air dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.
(dem/dem)[Gambas:Video CNBC]