Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Nasibnya Memprihatinkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Influencer asal China sempat menghebohkan dunia maya karena dilaporkan hilang di Kamboja. Ia datang ke Kamboja karena yakin dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi.
Namun, nasibnya berakhir tagis. Sang influencer ditemukan terluka dan jadi gelandangan di kota pesisir di Sihanoukville, menurut keterangan otoritas China.
Beredar foto di internet yang menunjukkan sang influencer meminta-minta di jalan dengan tubuh terluka, dikutip dari Kahosodenglish, Selasa (6/1/2026).
Kedutaan China di Kamboja mengatakan dalam pernyataan resmi pada 4 Januari 2026 bahwa mereka sudah menemukan sang influencer dengan nama belakang 'Wu'.
Wu merupakan influencer perempuan berusia 20 tahun, meskipun banyak laporan menyebutnya berusia 26 tahun. Ia berasal dari provinsi Fujian di China dan bekerja sebagai kreator konten di platform video pendek.
Memang Wu bukan influencer besar. Pengikutnya hanya 24.000-an, tetapi ia cukup aktif di media sosial. Unggahan terakhirnya tertanggan 6 Desember 2025 menyebut ia sedang berada di Kamboja.
Menurut kedutaan, Wu meninggalkan sekolah setelah menyelesaikan SMP dan mengatakan ke keluarganya bahwa ia bekerja di provinsi Jiangsu. Padahal, pada faktanya, ia datang ke Kamboja pada April 2025.
Keluarganya terakhir kali mengirimkan uang lebih dari 80.000 yuan (Rp191 jutaan) untuk membantunya. Pada 26 Desember 2025, Wu mengontak ayahnya untuk meminta uang 2.200 yuan (Rp5 jutaan) untuk mengobati kakinya. Setelah itu ia putus kontak dengan keluarganya.
Para kerabat kemudian mengenalinya setelah gambar-gambar dirinya menjadi gelandangan beredar di ranah online. Mereka menghubungi polisi China yang kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Besar China di Kamboja untuk mencari Wu.
Petugas kedutaan menemukan Wu pada 3 Januari 2026 di Sihanoukville, di sebuah rumah sakit lokal, dalam kondisi fisik yang memprihatinkan. Ia kemudian dilarikan ke fasilitas medis dengan peralatan lebih baik.
Wu mengatakan ke petugas setempat bahwa ia tergiur oleh janji pekerjaan dengan gaji tinggi di Kamboja. Namun, itu semua hanya tipuan dan ia berakhir diterlantarkan di jalanan.
Kondisi Wu sudah membaik saat ini dan kedutaan telah mengontak keluarganya untuk mengatur kepulangannya ke China. Ayah Wu sebelumnya menangis di depan media dan mengatakan hanya ingin putrinya selamat sampai di rumah.
Kasus ini kembali menarik perhatian pada penipuan pekerjaan yang menargetkan warga negara China di Kamboja, khususnya di Sihanoukville, yang telah terkenal karena operasi perjudian online ilegal, penipuan call center, dan perdagangan manusia.
Korban seringkali kehilangan paspor mereka, dilecehkan, atau ditinggalkan jika mereka gagal memenuhi target kriminal, kata kelompok hak asasi manusia dan pihak berwenang.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]